Langsung ke konten utama

Check Out Kepagian

Setelah dulu pernah diajak kakak ipey stay cation di AKAR Hotels & Resort 26–27 Juni 2025, lagi, kemarin kembali diajak menginap di hotel yang dahulu bernama Sheraton Hotel di Jl. Wolter Monginsidi. Kami bertiga anak ragil hanya dipesankan satu malam saja, sementara mereka sekeluarga besar anak, mantu dan cucu dari Jakarta stay cation selama dua malam.

Kami check out lebih cepat, pukul 09.53 karena anak ragil hendak wfh. Katanya, pengin mengerjakan job dari rumah saja, tidak memanfaatkan wifi hotel. Perjalanan dari hotel ke rumah lebih kurang 30 menit sehingga pas belaka waktu untuk ia memulai wfh siang hari. Apabila check out pukul 12 seperti galibnya, waktu yang tersita di perjalanan setengah jam bisa dipakai untuk bekerja.

Lobby AKAR Hotel & Resort dengan ornamen bernuansa Timur Tengah pada momen Lebaran 

Sama belaka saat stay cation pada Juni 2025 dulu dengan sekarang, ada perubahan sedikit. Halaman luar resto, dahulunya berupa hamparan rumput halus dan bangku meja buat breackfast, sekarang sudah diganti lantai papan. Ada tetepinya, permukaan lantai tidak rata, ada pinggir-pinggir papan yang menonjol. Jika tidak hati-hati, maka berpotensi terjerembab.

Tingkat hunian tadi malam, melihat pengunjung resto saat breackfast lumayan ramai, bangsa 20 kamar yang terisi bisa jadi lebih. Di Kota Bandar Lampung ini hotel bejibun coy, tinggal pilih saja, mau yang di tengah kota banyak, yang di pinggiran kota ada. Yang di pinggir laut juga ada yang baru adalah Lampung Mariott Resort & Spa. Hotel bertarif 3 jetian per night ini di Pantai Mutun.

Kenapa dibangun di Pantai Mutun? Karena tidak ada pantai yang bagus di pesisir Kota Bandar Lampung, makanya dibangun di Kabupaten Pesawaran, tepatnya Pantai Mutun. Hotel bintang 5 dengan pemandangan laut ini menyediakan kamar standard Deluxe 2 tempat tidur double dan 1 tempat tidur (King), kamar premium 2 ranjang (double) dan premium 1 ranjang (King).

AKAR Hotels & Resort, kamar besar juga menyediakan 2 tempat tidur (double) dan 1 tempat tidur (King). Dan, kolam renang adalah entitas yang sangat disukai cucu-cucu kakak ipey. Sehabis breackfast langsung nyebur ke kolam. Tak terasa dua jam mereka habiskan waktu kungkum dan bersenang-senang. Jadi, di samping stay cation (istirahat), juga bisa ‘ngegym’ ala-ala (berenang).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...