Langsung ke konten utama

Kurang Makmur

Bakda Subuh saya baca juz 26, namun tidak langsung selesai. Habis salat sunah isyrak, saya melanjutkan bacaan tadarus. Pukul 06.30 saya menambah durasi tidur, bangun pukul 10.10. Mandi dan salat Dhuha. Selanjutnya meneruskan baca juz 26 lalu masuk juz 27 hingga selesai sebelum Zuhur.

Saya berangkat 'safari ramadan' ke masjid Al-Amin yang pengin saya datangi pada selumbari, tapi kok nyasar ke masjid Jabal Nur. Dan pengin saya ulangi kemarin, tapi masih sepi sehingga saya memutuskan ke masjid Al-Azhar saja. Ternyata di masjid ini pun saya kecepatan datang, sebab masjid masih sepi.

Segini ini jemaah salat Zuhur di masjid Al-Amin ditambah saya dan enam orang makmum masbuk.

Hari ini pada akhirnya, kesampaian saya bisa 'safari ramadan' di masjid Al-Amin. Saya pikir masjid ini 'kurang makmur' sebagai mana idealnya. Seluruh jemaah salat Zuhur tadi cuma 13 orang. Segitulah. Semula 7 orang termasuk saya. Lalu datang lagi tambahan makmum masbuk sebanyak 6 orang.

Bakda salat Zuhur dengan 'safari ramadan' di masjid Al-Amin, saya melanjutkan tadarus membaca juz 28. Baru mendapat 2 halaman, saya tutup dan pergi ke Sambal Seruit Buk Isah Jalan Pramuka untuk beli Nila bakar. Sore gak masak karena malam akan Nuzulul Quran di masjid. Berangkat dan pulang kehujanan.

Setelah ganti baju dan berwudu, saya lanjutkan lagi tadarus hingga waktu Asar tiba dan selesailah juz 28. Besok bakda Subuh dan syuruk, juz 29 dan 30 mesti selesai dibaca untuk menandai khatam sekali. Ulang lagi tadarus dari juz 1 hingga akhir Ramadan untuk membukukan khatam dua kali. Sekiranya bisa 😀🤔

Malam ini tadi, di masjid diperingati peristiwa saat Al-Quran diturunkan dari langit ke bumi pada 17 Ramadan, dikenal dengan istilah Nuzulul Quran. Yang kasih tausiah ustaz Abdul Qodir, pengasuh Majelis Taklim Rachmat Hidayat. Pesan Pak ustaz, "Cintai Al-Quran agar jadi penerang dalam kubur."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...