Hari ini gaskeun dua file merantau setelah saya kirim melalui email ke hadapan Tim Kurator yang akan mengurasi secara ketat seluruh puisi kiriman penyair masuk ke hadapan mereka.
Perhelatan menulis puisi untuk tahun 2026 mulai menapakkan langkah, pelan-pelan saja, tak perlu buru-buru. Satu per satu saya selesaikan dengan tekun dan penuh semangat. Selesai, saya kirim.
Tapak langkah pertama, pada 12 Maret untuk even "Puisi Kebangsaan" dihelat Sastra Bulan Purnama, Jogja, yang tahun lalu menerbitkan Antologi "Kitab Omon-Omon. Pada tahun ini bertema kebangsaan.
Tapak kedua, 15 Maret, saya kirim"Pantun Majelis" yang sudah lolos kurasi. Perhelatan ini ditaja Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas), tahun lalu menerbitkan Puisi Etnik Nusantara.
Tapak ketiga, 16 Maret, juga masih dari Perruas berupa Puisi Ramadan. Rencana peluncuran buku dilaksanakan di Pekanbaru pada 18 April. Saya menyatakan tidak akan menghadirinya.
"Mulai Merantau" sebagai judul postingan blog kali ini menandakan bahwa setelah selesai even tahun lalu, even tahun ini membuka diri untuk diikuti, satu per satu saya kerjakan.
Komentar
Posting Komentar