Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang.
Al-Hikmah ini, masjid yang
galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak
beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai
amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di
siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan.
![]() |
| 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya |
Hanya orang yang sudah pensiun
atau warior (warga senior) berusia 60
tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid
ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk
beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, tunaikan kewajiban.
Orang dari luar komplek perumahan
atau lingkungan masjid, biasanya pengemudi ojol, pedagang keliling, atau orang
yang bersafari seperti saya. Sengaja pergi dari rumah untuk menjangkau masjid
yang pengin ia tuju untuk salat berjemaah. Di saat bulan Ramadan, bukankah hal
demikian baik dan sangat dianjurkan.
![]() |
| Jemaah salat Zuhur di masjid Al-Hikmah |
Akan lebih baik bila
bukan sekadar salat, melainkan itikaf dengan melafalkan doa dan zikir, tadarus
atau membaca buku bernafaskan Islami. Masjid tertentu, menyediakan tempat khusus bagi musafir yang akan istirahat atau mengaso (tidur-tiduran atau menginap), bisa jadi di samping atau
bangunan lantai dua masjid.
Di masjid Sejuta Pemuda, bahkan
pengurus masjid menyediakan bantal bagi siapa pun yang hendak istirahat
(tidur-tiduran). Di bulan Ramadan ini, konon masjid yang berada di Sukabumi, Jawa
Barat, itu ramai pengunjung, membeludak hampir menyamai masjid Jogokarian di
Yogyakarta. Luar biasa. Subhanallah.


Komentar
Posting Komentar