Langsung ke konten utama

Back Again

Setelah menjadikannya masjid kedua tempat 'safari jumat' pada 9 Januari 2026, maka hari ini masjid ini saya jadikan tempat 'safari ramadan' ke sekian kalinya. Ya, hari ini saya kembali ke sini, salat Zuhur di masjid Husnul Khatimah, Beringin Raya.

Right, back again alias balik maning ke masjid Husnul Khatimah lagi karena sekalian hendak beli bekal buka puasa sore ini. Jarak masjid ini hanya beberapa ratus meter dengan Iman Jaya, gerai kue tempat beli bekal buka puasa saban hari karena banyak pilihan kuenya.

Masjid Husnul Khatimah dengan menaranya 

Sekali nyoba cireng, loh... kok enak tenan. Keterusan deh, di bulan Ramadan ini, saban hari ke Iman Jaya. Di luar bulan Ramadan, hanya sesekali saja sembari habis belanja di Chamart atau hendak ke Superindo, mampir di Iman Jaya. Kalau tidak, beli roti di Lakita.

Roti Lakita varian 'nanas' yang sering kali dibeli buat teman ngopi di pagi hari. Itu sebagai selingan, yang lebih sering jadi teman ngopi pagi adalah gorengan, terutama tabut alias tahu bunting dan pisgor, baik pisange kepok kuning opo meneh pisangnya jantan.

Jemaah salat Zuhur tadi siang 

Tetapi sayangnya, di balik kubah yang tinggi megah, ternyata bocor. Pengurus masjid terpaksa menaruh ember serta busa sepon tebal sebagai penampung tetesan air hujan. Cara sederhana mencegah karpet basah kuyup serta lembab sehingga mungkin akan menguarkan bau tidak sedap, bikin tidak khusyuk.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...