Langsung ke konten utama

Postingan

Meta (Pisau)

Per Kamis (28 Oktober), facebook resmi berubah nama menjadi Meta. Media sosial satu ini paling banyak penggunaknya di dunia. Para pemilik akun memanfaatkannya sebagai media keterhubungan dengan lain orang di belahan dunia mana pun. Selama kurun waktu keberadaannya sejak didirikan 4 Februari 2004 hingga 28 Oktober 2021, facebook memunculkan banyak masalah di jagad media sosial. Akibat statusnya, pengguna facebook yang dijerat UU ITE, tak terhitung jumlahnya. Banyak aspek kehidupan secara online diakomodasi facebook. Facebook bukan hanya media sosial tempat sekadar berkomunikasi, melainkan juga ajang bertransaksi. Facebook tak ubahnya online shop , tempat orang berkegiatan jual beli. Melalui facebook orang menekuni marketplace , menawarkan segala macam produk dengan propaganda persuasif yang masif. Beriklan melalui facebook secara gratis menjadi solusi jitu untuk menggerakkan peningkatan omzet penjualan. Sayangnya, kegitan berdagang di laman facebook ada kalanya disalahgunakan p...

Lansia

29 Mei diperingati sebagai Hari Lansia Nasional (foto: koleksi RS Islam Ahmad Yani, Surabaya) Karena kemarin ditandai ulang tahun saya yang ke-60, maka hari ini usia saya 60+1. Usia yang menandai masuk kategori lansia (lanjut usia). Vaksinasi kategori lansia itu adalah suntik vaksin bagi orang yang usianya 60+1. Kalau 60 pas belum boleh. Harus +1 hari, baru masuk kategori lansia. Secara usia 60+1, maka per hari inilah saya baru bisa mendapatkan suntik vaksin dosis pertama untuk kategori lansia. Lumayan lama nunggunya. Di masa awal program vaksinasi, baru diberikan kepada tenaga kesehatan dan guru serta lansia. Untuk kategori umum, menyusul kemudian. Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelum-sebelumnya (tentang vaksinasi), saya menunggu kalau ada info vaksinasi dari RT tempat tinggal saya. Saya pun nitip pesan ke RT sebelah agar menginfokan kalau ada vaksinasi untuk kategori masyarakat umum. Tetapi, tak ada info dari RT tempatku dan RT sebelah. Bahkan sampai akhirny...

Enjoy This Special Day

ucapan happy birthday dari mbah google, thank you very much Google nih luar biasa. Dari beberapa hari sebelum Hari-H tanggal lahir seseorang, Google memberitahu bahwa seseorang akan berulang tahun. Can ’ t wait for celebrate , candanya. Ah, semua orang tentu tak sabar menunggu datangnya momen membahagiakan sekaligus menyedihkan. Ulang tahun itu berarti bertambahnya usia dan berkurangnya umur. Usia betul bertambah satu tahun, semakin menua. Akan tetapi umur atau masa hidup akan berkurang, semakin dekat ke akhir hayat. Sampai pada batas kehidupan yang fana. Beberapa hari lalu Google mengingatkan tanggal ulang tahunku. Hari ini, pukul 08.00 tadi Google mengucapkan, ”Happy Birthday, Zabidi Yakub (disertai emoji buket bunga dan kue tart). Di bawahnya ada tulisan Enjoy this special day ( Assistant ). Yah, enjoy tentu saja. Karena masih dipanjangkan Allah Swt usia. Rasa syukur terus mengembang dari serpihan-serpihan doa. Tak hanya ucapan Happy Birthday doang. Google juga me...

Medium Keterhubungan

ilustrasi foto: cover buku terbitan murai kencana (koleksi pribadi) Sebab tautan perkawinan, orang jadi terhubung. Apakah satu suku, ras, etnis, agama atau berbeda satu dengan yang lainnya. Ada hal yang sepele namun jarang disadari. Baru ngeh setelah kedua belah pihak mempelai saling memperkenalkan anggota keluarga masing-masing lengkap dengan nama dan barangkali juga status sosial. Apakah hal sepele tersebut? Yaitu adanya kesamaan nama. Dari pihak istri Abang saya yang menikah di Cirebon, muncul satu nama yang ternyata itu sama dengan nama Ayunda tertua kami. Ditarik ke luar, dari keluarga besar mereka yang lain, muncul pula nama yang ternyata sama dengan nama yang disematkan Ayah saya terhadap diriku. Ya, nama Ayunda kami dan nama saya ternyata ada juga di lingkup keluarga besar istri Abang saya itu. Ternyata melalui sebuah tautan perkawinan muncul hal tak terduga yang semakin akan mengikatkan erat ”medium keterhubungan” antarkeluarga. Sekilas tentu terdengar lucu, tapi faktanya...

Belum Ada Nama

ilustrasi foto bayi baru lahir (foto: halodoc.com) Subuh tadi, entah pukul berapa, telah lahir sesosok bayi perempuan dari rahim keponakan istri. Menurut prakiraan dokter yang biasa tempat periksa selama kehamilan, bayi akan lahir awal November. Tetapi, biasanya akan maju satu minggu dari prakiraan itu. Faktanya, begitulah yang terjadi. Anak kami dulu pun begitu, lahir satu minggu lebih cepat dari waktu yang diprediksi dokter. Bayi keponakan ini benar-benar memberi kejutan. Pasalnya, sewaktu di-USG dia sedang tengkurap sehingga tidak terlihat jenis kelaminnya. ”Mungkin dia malu,” begitu seloroh kami saat singgah di Jakarta sepulang dari Pacitan akhir Juni lalu. Saat singgah itulah diketahui prakiraan akan lahirnya awal November. Ternyata yang terjadi lebih cepat dari itu. Dan lahirnya terpaksa harus dengan operasi caesar. Mengapa harus caesar? Karena meski sudah pembukaan full ternyata bayinya nggak mau ngajak . Itu yang dijelaskan istriku dari obrolannya dengan mbak Sas. Entah ...

Vaksin #2

pascasuntik vaksin #2,”wajib” diabadikan di sini. (foto: koleksi pribadi) Alhamdulillah suntik vaksin dosis kedua saya jalani, tadi pukul 09.22 WIB. Begitu jarum suntik dicabut, muncul bengkak di tempat bekas jarum suntik menancap. Vaksinator yang menyuntikkan vaksin menekan agak lama dengan perban khusus. Dia menyarankan agar saya mengompres dengan air hangat. Sewaktu dicek suhu tubuh dan tekanan darah sebelum divaksin, hasilnya 35,2 o untuk suhu tubuh dan 110/80 untuk tekanan darah. Agak rendah, mungkin karena kebiasaan tidur jelang pukul 00 setiap malam dan bangun pukul 03.40 pagi. Efek kurang tidurkah? Nggak juga sih, kan sudah kebiasaan setiap hari begitu. Sewaktu vaksin dosis pertama lain lagi hasil cek suhu dan tekanan darah. Tercatat tekanan darah 160/90 sedangkan suhu tubuh selalu di kisaran 35—36 o . Tekanan darah agak tinggi, mungkin karena menghadapi pengalaman pertama disuntik vaksin. Biasanya kalaupun sedang demam, tekanan darah selalu 120/80. Bekas suntik vak...

Lancar

ilustrasi kalender bulan Oktober 2021 (foto: Google.com) Dua hari kemarin, guyuran hujan cukup telak jatuhnya. Luberan air dari drainase jalan utama kota sempat mengisi ceruk jalan yang berlubang di sana sini. Tak pelak genangan air terciprat ke samping mobil yang melindasnya. Pemotor ketiban sial, bawahan (celana atau rok) jadi basah terkena cipratan air hujan yang keruh. Ketiak flyover Mal Boemi Kedaton (MBK) yang biasa ramai oleh driver ojol yang mangkal, menjadi tambah ramai oleh pengguna jalan yang berteduh. Begitu sedikit reda, satu per satu pemotor melanjutkan perjalanan. Meski sudah sempat kuyup, saya tetap melaju di bawah sisa gerimis yang belum sepenuhnya tiris. Lancar. Ya, sejak penyekatan dalam rangka PPKM ditiadakan, intensitas pengguna jalan dari hari ke hari kian meningkat. Padahal, pandemi Covid-19 belum benar-benar berhenti. Masih ada pertambahan orang positif Covid-19 di kisaran 1.000 orang per hari. Namun, hiruk pikuk seperti tak bisa lagi dicegah sedikit pun. ...