Kemarin saya ‘safari jumat’ di Masjid Jami’ Al-Yaqin Jalan Raden Intan, kota Bandar Lampung. Mengutip JPNN.com, masjid Jami' Al-Yaqin berdiri sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tepatnya dibangun pada tahun 1808. Bisa dikatakan masjid tertua.
Tanah tempat masjid berdiri merupakan
wakaf dari H. Muchyiddin (warga Lampung) bersama H. Muhammad Yaqin (warga dari Bengkulu).
Berarti nama masjid Al-Yaqin diambil atau menyematkan nama satu waqif-nya (orang yang mewakafkan)
tanah tempat didirikannya masjid dahulu kala.
Karena dibangun pada kontur tanah yang miring atau ada cekungan, masjid ini memiliki basement tempat berwudu dan gudang penyimpan perkakas seperti kursi dll. Kendati pendingin ruangan masih
mengandalkan kipas angin, bukan AC seperti pada masjid di mana-mana, tetapi ruangan tidak gerah.
Tempat parkir motor di samping masjid sangat lega dan aman. Parkir
mobil yang agak terbatas, mesti parkir di bahu jalan depan masjid. Karena ada di tempat yang strategis dekat perkantoran, jemaah yang datang untuk salat jumatan di sini,
kebanyakan orang kantoran dari sekitar sana.
Selain Masjid Jami’ Al-Yaqin, Pemerintah
Provinsi Lampung dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung juga menetapkan
Masjid Jami’ Al-Anwar di Telukbetung sebagai masjid tertua. Masjid ini
menyimpan banyak sejarah di dalam bangunan tuanya yang kini sudah tampak bagus.
![]() |
| Masjid Jami' Al-Yaqin Jl. Raden Intan |
Mengutip laman berita detik.com, dilansir jurnal berjudul Eksplorasi Aspek Historis
Masjid Jami’ Al-Anwar Dalam Proses Islamisasi di Telukbetung Selatan, Lampung
oleh Meta Iskandar dkk. masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Lampung, dianggap heritage dan destinasi wisata sejarah.
Bangunan pertama Masjid Jami al-Anwar yang berdiri
sejak abad ke-19, yaitu 1839-1888 dulu merupakan saksi sejarah penyebaran
Islam di Telukbetung. Bangunan masjid Al-Anwar masih berdiri kokoh dengan penampakan bangunan sekarang sudah lebih bagus dibandingkan dulu.
Pada masa awal dibangun, Masjid Jami Al-Anwar
menjadi pusat ibadah dan pembinaan keagamaan para nelayan, pedagang, dan
masyarakat pesisir laut Telukbetung. Di masa lalu animo
masyarakat di sekitar itu sangat besar terhadap ilmu agama. Karena itu, agama Islam dapat berkembang pesat.

Komentar
Posting Komentar