Langsung ke konten utama

Salah Asumsi

Hari ini tadi, saya ‘safari jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya.

Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu.

Wajah masjid An-Nur difoto dari depan 

Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel.

Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti di Mal. Saya membatin, pantas saja rasa sejuknya seperti masuk ke dalam Mal. Saya sampai agak kedinginan dan ke toilet karena hendak pipis.

Suasana dalam masjid, karpet tebal dan empuk 

Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari TOA masjid di dalam gang menjelang jumatan yang terdengar dari kejauhan sama juga efeknya, suka bikin orang bingung dan menebak-nebak di manalah kira-kira posisi masjidnya. Setelah dekat gang baru bisa ditelusur dengan mencari dari arah mana suara.

Apabila masjidnya memiliki menara, tentu akan lebih mudah mencarinya. Gak pake dibutuhkan asumsi seperti saat saya mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid An-Nur dari jalan Imam Bonjol. Setelah tadi saya masuk masjidnya, memang nyaring tanda sound system-nya bagus.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...