Hari ini tadi, saya ‘safari
jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar
suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam
Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya.
Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat
suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam
jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang
dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu.
![]() |
| Wajah masjid An-Nur difoto dari depan |
Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan
kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah
Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid
An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel.
Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti di Mal. Saya membatin, pantas saja rasa sejuknya seperti masuk ke dalam Mal. Saya sampai agak kedinginan dan ke toilet karena hendak pipis.
![]() |
| Suasana dalam masjid, karpet tebal dan empuk |
Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari TOA masjid di dalam gang menjelang jumatan yang terdengar dari kejauhan sama juga efeknya, suka bikin orang bingung dan menebak-nebak di manalah kira-kira posisi masjidnya. Setelah dekat gang baru bisa ditelusur dengan mencari dari arah mana suara.
Apabila masjidnya memiliki menara, tentu akan lebih mudah mencarinya. Gak pake dibutuhkan asumsi seperti saat saya mendengar lantunan ayat suci


Komentar
Posting Komentar