Langsung ke konten utama

Paket Kado

Datang juga buku “Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata” –sehimpunan puisi untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior Adri Darmadji Woko yang lahir di Jogjakarta, 28 Juni 1951. Sebanyak 96 penyair menyumbang puisi sebagai kado spesial itu.

Buku yang membungkus kado istimewa (berisi untaian puisi) untuk Mas ADW ini di-launching pada 4 Juli 2026 di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Depok dengan rangkaian acara pembacaan puisi oleh penyair yang bisa menyempatkan diri hadir dan diskusi terbuka.

"Paket," kata Kang kurir, tadi pukul 11:42 

Ada 180 judul puisi yang terbungkus dalam kado spesial ini menyuarakan kenangan, terutama para penyair yang seangkatan dengan Mas ADW. Tidak saja seangkatan, tapi juga yang biasa berinteraksi dengannya dalam berbagai komunitas dan acara.

Bagi saya yang belum pernah berinteraksi, hanya mengandalkan imajinasi untuk bisa melahirkan puisi yang senapas dengan tema; ulang tahun. Dan, tentu puisi-puisi di buku ini kendati dengan sudut pandang beragam, mengerucut ke tema itu.

Sebagaimana kegaliban merayakan ulang tahun, ada nyanyian “selamat ulang tahun” dan doa panjang umur ditiupkan pada lilin yang menyala di atas cake. Doa yang diucap atau yang dituliskan dalam puisi, sama belaka bobot kekuatannya.

Ini luar biasa. Ulang tahun ke-75 ADW dirayakan oleh teman lama dan teman baru (atau sebatas mengenal) dengan menghimpun puisi. Komunitas “Koloni Seniman Ngopi Semeja” Depok sebagai inisiator, sungguh berpikiran brilian dan progresif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...