Setelah lama tidak jalan sehat atau joging, pagi ini istri ngajak jalan.
Kendati kemarin saya jalan, saya okein.
Seturut penginnya, biar kesehatan terjaga, paling tidak 3 kali dalam seminggu atau tiap 2 hari sekali jalan. Bila tidak bisa, setidaknya atau minimal 2 kali seminggu.
Dua kali seminggu atau setiap 3 hari
sekali. Itu sudah lebih dari cukup. Lebih ideal lagi setiap hari seperti
tetangga belakang rumah. Berdua istrinya tiap pagi jalan. Bila istrinya "mogok
jalan" si suami ambil alternatif lain, yaitu gowes sepeda onthel.
![]() |
| Sebutir matahari menetas pagi ini |
Bicara sepeda, anak ragil memutuskan membeli sepeda untuk work by bike. Ia tak habis mengerti melihat antrean di SPBU. Bisa
telat ke kantor, pikirnya, bila harus berjam-jam mengantre untuk memberi minum
mio GT merah tunggangannya.
Istri sudah lama gak jogging. Pagi ini tadi jogging
lagi. Sayangnya, di tengah perjalanan, katanya, hendak poop atau pup.
Terpaksa potong kompas, mematah jalur agar lebih cepat sampai rumah. Tapi,
jadinya pulang dengan tangan kosong.
Baru kali ini jogging, pulangnya gak bawa
camilan teman ngopi. Untung juga masih sedang puasa ngopi. Sejak asam
lambung saya naik karena kopi Liwa suguhan Zahdi Basran dua pekan lalu, saya
masih ngerem minum kopi, diganti lemon tea.
Jogging, di samping
menggerakkan tubuh, yang utama kaki dan tangan, juga untuk mendapatkan keringat.
Tapi, kebiasaan saya usil membidikkan kamera hp, niscaya ada saja yang saya potret. Bukan untuk apa-apa. Buat menuhin galeri saja.

Komentar
Posting Komentar