Tadi siang, kembali pensiunan guru SMPN 28
reunian di Jalan Purnawirawan Gang Swadaya. Saya ini, sebagai pendamping nyonya –yang
memang dari dulu sebagai ternak teri– tentu mesti bersetia mengantarkan nyonya
ke tempat pertemuan itu. Atau ke mana sajalah.
Yang jadi tuan rumah kebetulan dulu pernah jadi wakasek dan ketua koperasi sekolahan pensiun lebih dahulu. Hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun beliau. Entah yang keberapa. Jadilah acara reuni diisi dengan doa syukur atas anugerah panjang umur, sehat dan masih bisa hadir reunian.
![]() |
| Sesi foto-foto sebagai ritual wajib |
Karena momen hari ulang tahun, suguhan makan
siang begitu lengkap disediakan. Sambal seruit khas Lampung berupa sambal rampai,
tempoyak, dan lalapannya. Terselip pula sambal nanas. Lauk ayam dan ikan bakar,
ikan asin, tahu tempe, kuah pindang sebagai asesoris. Inilah special day itu.
Waktu beliau jadi ketua koperasi, nyonya yang jadi bendaharanya. Hingga di grup pensiunan ini pun nyonya dipercaya sebagai bendahara. Sebagai pemegang mandat menyimpan uang kas, nyonya menyampaikan laporan jumlah uang yang dia pegang –dengan hati-hati– berikut cash flow-nya.
Uang yang mereka kumpulkan dibagi ke dalam dua pos. Yaitu, dana kas dan dana sosial. Dana kas sebagai simpanan anggota, dana sosial untuk memberi
tali asih terhadap anggota yang sakit dan dirawat di rumah sakit, dibesuk bareng-bareng atau oleh siapa yang bisa mewakili yang berhalangan.
Ada satu pensiunan guru yang pada Kamis (2/7) atau sepekan lalu pulang dari beribadah umrah karena mendapat gift (hadiah) dari wali kota sebagai bentuk thoughtful (perhatian) Ibu Eva Dwiana (wali kota Bandar Lampung) terhadap guru-guru atau ASN pemkot yang baru pensiun.
Hampir semua yang hadir dalam pertemuan tadi sudah pernah umrah. Sehingga, ketika yang baru saja pulang umrah bercerita tentang pengalaman di Madinah dan Mekkah, semua nyambung
dan cerita jadi gayeng. Sahut-sahutan saling bertukar
kisah pengalaman sewaktu menjalani umrah.
Selesai makan, azan Zuhur berkumandang dari
masjid di depan rumah. Bersegera ke masjid untuk salat Zuhur berjamaah. Lalu,
obrolan berlanjut lagi karena ada saja seperti gak ada habis-habisnya. Penutup acara tentu saja foto-foto sebagai
ritual wajib. Terutama bagi yang biasa buat status WA.

Komentar
Posting Komentar