Langsung ke konten utama

‘Safari Jumat’ Masjid NU

Sebenarnya, tadi rencana ‘safari jumat’ di masjid Al-Huda (belakang Gabovira shop) dengan akses jalan yang saya tempuh melewati SMPN 16 dan keluar di jalan Cik Ditiro arah SMAN 7, tapi setelah belok dari SMPN 13, saya lihat kubah masjid mengadang di depan.

Membatin saya, “Nah, ini ada masjid. Masjid apa gerangan.” saya urungkan niat ke masjid Al-Huda, membelokkan motor masuk dan memarkirnya di halaman. Terbaca tulisan Masjid Jami’ Al-Huda Perum Polda Jl. Palem Raya, Kemiling Permai.

Wajah masjid dipotret dari depan 

Wah, berarti satu kelurahan dengan kami di BKP. Saya masuk masjid lewat pintu depan dengan menggeser sebelah daun pintu. Udara semriwing langsung memeluk tubuh saya yang kecil. Ngeri-ngeri sedap, tapi saya bawa syal pengganti jaket.

Setelah salat tahyatul masjid dan dhuha, baca surah “langganan” tiap ‘safari’ menunggu azan. Takmir masjid mengumumkan keuangan masjid dan petugas salat jumat (bilal, khatib + imam). Saldo kas 8 jeti dikurang pengeluaran sisa 5 jeti.

Diumumkan baru saja beli AC untuk menambah yang semula ada 4, menjadi 5. Dengan 4 AC, 2 di kiri kanan dan 2 di depan serta 1 di pengimaman, mampu membuat udara dalam ruang masjid sejuk semriwing, bagaimana kalau AC standing floor.

Ini masjid NU. Saya katakan begitu karena azan dua kali. Anggapan umum seperti itu. Masjid yang salat jumat azan satu kali, itu MU. Dan, yang azan dua kali, itu NU. Mengingatkan pada klub bola, MU (Manchester United) dan NU (Newcastle United).

Kan lagi demam bola karena ada perhelatan piala dunia FIFA World Cup 2026 yang sudah sampai pada putaran final antara Spanyol dan Argentina. Babak final ini bakal seru, Bro. Lionel Messi akan berhadapan dengan Rodrigo Hernandez Cascante.

Messi di samping kapten utama Tim Nasional Argentina, juga kapten di Inter Miami, tempatnya merumput. Sedangkan Rodrigo Hernandez Cascante, didapuk jadi kapten Spanyol (pengganti) karena absennya Dani Carvajal dan Alvaro Morata.

Nah, dari cerita ‘safari jumat’ masji NU, ngelantur ke urusan piala dunia. Gapapa deh, sekali-kali cawe-cawe urusan bola kendati selama perhelatan piala dunia ini saya tidak pernah nonton. Seperti sudah saya ceritakan di blog ini, kurang suka bola.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...