Langsung ke konten utama

Viewrs Blog

Lagi-lagi saya agak kaget melihat grafik viewrs pengunjung blog ini kemarin ada 2818. Tapi, saya mengerti tentu dari banyak orang yang coba-coba mengintip akun facebook, X (twitter), Threads, Instagram saya yang kesemuanya saya semati tautan blog ini. Saya pun suka ngintip blog milik orang lain. 

Ngintip blog itu namanya walking blog. Beberapa orang mengirim friend request ke facebook, ada yang saya confirm dan ada yang saya tangguhkan. Yang saya confirmed adalah yang bisa saya akses akunnya. Yang saya tangguhkan ada yang dari luar jagat konoha dan ada yang akun facebook dikunci.

Grafik viewrs blog ini kemarin (23 Juli 2026). Terima kasih atas kunjungan Anda, siapa pun.

Yang akun dikunci, ada satu mengirim friend request dan messenger bertanya kabar menggunakan bahasa Ibu, saya membalas dengan bahasa Ibu pula memberi jawaban kabar baik sekalian menanyakan identitas dirinya ini siapa karena tidak bisa saya ketahui lewat akun facebooknya. Apalah yang dirinya rahasiakan.

Aneh tapi nyata, dia tidak menjelaskan siapa dirinya. Ya, sudah, saya putuskan menangguhkan memberi status confirmed kepadanya. Waktu berlalu, musim hujan berganti kemarau. Sumuk udara tak membuat sumuk pikiran saya tentang siapa orang itu. Sungguh sia-sia energi dipergunakan untuk memikirkannya.

Tentang viewrs blog kemarin, ya, terima kasih atas kunjungan Anda semua siapa pun Anda. Adanya viewrs yang banyak semakin memacu kesenangan saya menyuapi blog ini dengan tulisan random yang asal nulis asal ngeblog. Asal tidak sampai jadi goblok. Justru dengan terus nulis di blog, saya jadi sehat.

Sebab, hormon kebahagiaan muncul dari kegiatan yang menyenangkan, yang mengasyikkan seperti menulis. Makanya seperti sudah saya tulis di blog ini berkali-kali, setiap hari saya menulis tentang apa saja untuk menyuapinya agar blog ini tidak kelaparan. Tentu, saya mesti baca dan keluar cari bahan tulisan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...