Logo Google di awal-awal piala dunia FIFA World Cup dimulai, warnanya bernuansa pink. Hari ini saya lihat, warnanya bernuansa hijau. Apa karena sudah masa semi final, ya? Omon-omon, saya gak pernah nonton. Sebab, kurang suka bola.
Saya sukanya badminton dan balap MotoGP atau otomotif Formula 1 (F1). Badminton adalah mainan kami sewaktu di Jogja (bersama kawan asal Kenali, Liwa, Belalau, dan Pahoman). Kalau gak badminton, kami main voli. Kurang suka bola, bukan gak suka.
![]() |
| Warna Logo Google bernuansa hijau |
Waktu SD dan SMP, bola plastik adalah mainan kami saat istirahat atau sore hari setelah pulang sekolah. Tanding bola hingga ribut dengan lawan main itu biasa. Besok hari tetap saja main dan tanding lagi, ribut lagi, main dan tanding lagi. Terus saja begitu.
Apakah warna hijau pada logo Google itu terbias oleh warna lapangan hijau tempat FIFA World Cup dipertandingkan? Atau oleh warna kostum pemain bola atau bendera negara mereka berasal? Hanya tim kreatif Google lah yang tahu apa latar belakangnya.
Tapi, di balik kurang suka nonton bola, ada cerita konyol perihal nonton bola. Terjadi tahun 1982, saat pertandingan sepak bola wanita di Stadion Mandala Krida, Jogja. Kami, demi bisa masuk dalam stadion, nekat memanjat tembok yang tingginya 2 meteran.
Kami berhasil menyelundupkan diri dan duduk di bagian belakang gawang. Yang jadi penjaga gawang adalah Mutia Datau, seorang artis atau bintang felem di masanya ('80an) bersamaan tenarnya Rano Karno, Yessy Gusman, Lidia Kandow, Sherly Malinton, dll.

Komentar
Posting Komentar