Lewat sudah perhelatan Hari Puisi Indonesia (HPI). Dewan
Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) merayakannya dengan peluncuran buku Ramu-Ramu Warteg di
Gedung Rakyat Slawi Tegal, kemarin petang pukul 15:00 hingga selesai.
Lihat foto di GWA, sepertinya meriah dan gayeng.
Saya karena tidak hadir cuma menunggu kiriman buku dengan
ongkir sistem COD. Sudah saya kirim alamat ke admin grup WhatsApp.
Begitu juga dengan buku PMK MBGendam sudah pula saya tulis alamat pengiriman buku di list yang
terdapat di grup WhatsApp. Jadinya, dua buku saya tunggu.
Buku yang masih hangat karena baru tiba di teras rumah
minimalis kami pada 19 Juli lalu adalah Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata,
isinya puisi persembahan penyair se-Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun
ke-75 penyair senior dan penuh kreatif, Pak Adri Darmadji Woko (ADW).
Ramu-Ramu Warteg dan MBGendam adalah buku yang sudah selesai proses penerbitan dan lanjut
pendistribusian. Ada beberapa buku masih proses penyelesaian karena baru terbebas dari belenggu. Ada penulis yang enggan melengkapi
bionarasi, terpaksa ditinggalkan saja, nggak ikut berangkat.
Ada pula buku antologi puisi yang tidak seberapa jelas apakah akan diterbitkan atau
tidak, misalnya buku PPN XIV Aceh. Penulis puisi yang tidak bisa hadir ke Aceh,
jadi bertanya-tanya tentang buku ini. Repotnya, tak tahu hendak bertanya kepada
siapa. Cuman bisa memendam tanya, jadinya.
Ada juga beberapa puisi yang sudah lolos kurasi, tapi tidak
atau belum jelas apakah akan terbit jadi buku atau tidak. Sudah ada Grup WhatsApp untuk anggota dibuat, tapi oleh admin dikunci, tidak ada maklumat atau pengumuman atau penjelasan.
Ini juga menimbulkan tanda tanya buesar buanget....
Ana maning even yang tidak jelas kelanjutannya. Tidak keluar
hasil kurasinya. Even yang mandul alias tidak melahirkan apa-apa, hasil kurasi
tidak, apatah lagi buku antologi. Agak bingung juga untuk menyebutnya apa. Padahal,
sedianya buku terbit/diluncurkan bersamaan HPN, April 2026.
HPN itu kan 28 April (mengenang hari wafatnya Chairil Anwar),
sekarang HPI 26 Juli (mengenang hari kelahiran Chairil Anwar) sudah pula dilewati.
Kedua “hari rayanya penyair” ini memiliki jemaah masing-masing. Ada yang “mengimani”
HPN dan ada pula yang “mengimani” HPI. Basing aja deh.
Komentar
Posting Komentar