Langsung ke konten utama

Ultah Spesial ADW

Buku "Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata" ini di-launching kemarin (4/7) siang di Perpustakaan Kota Depok. Berisi lebih dari 170 puisi dari 96 penulis puisi se-Indonesia sebagai kado spesial hadiah ulang tahun ke-75 untuk penyair senior, Pak Adri Darmadji Woko.

Sebagai salah satu dari 96 penulis puisi, saya menyumbangkan 2 judul puisi. Saya, sayangnya, tidak bisa hadir memeriahkan acara peluncuran tersebut. Tapi, saya kirim rekaman video 11 detik ucapan selamat ulang tahun ke-75, sehat dan bahagia selalu, terus berkarya untuk Pak ADW.

Daftar penulis puisi dan wajah sampul buku 

Melihat foto hasil jepretan teman-teman yang hadir dalam acara peluncuran buku ini di WAG, sepertinya meriah dan gayeng. Penulis puisi (penyair), cerpen (cerpenis), penulis novel (novelis). Ketiganya secara umum disebut sastrawan, wajah mereka terekam di foto itu.

Flyer acara peluncuran buku dan diskusi terbuka 

Tak hanya sastrawan, wartawan (jurnalis) serta budayawan secara tunggal menggeluti bidang itu semata. Bahkan, ada yang pada dirinya tersemat ketiga bidang tersebut sekaligus. Ya sastrawan, ya wartawan, ya budayawan. Lengkap sebagai jati diri, tumbuh menubuh. Intinya, ia sebagai penulis.

Penyerahan buku kepada ADW

Setelah resmi di-launching, saya tentu tidak sabar menunggu kedatangan buku keren ini. Kepengin segera menimang, memangku, membolak balik halaman demi halaman, serta membaca puisi-puisi yang ada dalam buku yang membungkus kado spesial buat ulang tahun ke-75 Pak ADW.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...