ilustrasi, warga berburu menu berbuka puasa. (foto: Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta). Pasora –pasar sore Ramadan– hanya muncul saat bulan Ramadan, sesuai namanya. Masing-masing daerah beda nama atau sebutan. Di Banjarmasin disebut “pasar wadai” –wadai artinya kue–. Yang dijajakan pedagang rupanya tidak hanya kue. Ikut perkembangan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan kepraktisan yang tidak mau sibuk di dapur, pasora kemudian juga menjajakan sayur matang aneka rupa berikut bermacam pilihan lauk-pauk pemenuh selera. Ya, kan, selera orang berbeda-beda, ada yang suka pedas ada yang nggak . Ada yang pengin berkuah ada yang sukanya keringan. Ada yang demen bersantan ada yang alergi sehingga mintanya kuah bening saja. Semua ada di lapak pedagang. Di kota Tapis Berseri –Bandar Lampung– dari barat ke timur, utara ke selatan, ada titik-titik tempat dijadikan pasora dadakan, kais rezeki dadakan. Dahulu di Lapangan Merah Enggal, tetapi sekarang adanya tinggal di Jl. Majapa...