Langsung ke konten utama

Jalan Jodoh itu “X”

Hari ini, bertempat di Gedung Aula Masjid Raya Baitussalam Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur, dihelat pesta pernikahan keponakan (anak abang sepupu), seyogianya saya pengin hadir memenuhi undangan digital yang diteruskan adik sepupu, namun karena ada aral melintang, kondisi hipertensi yang sedang diturunkan, saya mangkir.

Abang saya dari Cirebon, katanya, hendak hadir berangkat pagi ini dari sana. Prosesi penyerahan manten cewek lanjut akad nikah, mulai pukul 07:15 sampai pada sesi foto pascaakad pukul 09:00. Lalu, pesta walimatul urusy mulai pukul 11:00 dan ditutup pukul 12:45. Acara di gedung memang ada batasan waktunya, sesuai kategori waktu yang jadi pilihan.

Prosesi akad nikah Dora & Akmal

Yang hendak saya garisbawahi di cerita ini, adalah jalan jodoh yang unik. Pasangan pengantin ini kenal lewat platform twitter (sekarang X) pada tahun 2009 bermula saling follow dan ngobrol santai. Kembali ke kesibukan masing-masing, vakum, sepi. Di samping karena dipisahkan ruang dan waktu berbeda pulau, waktu pun melaju mengikuti pergantian musim.

Tahun 2013, si cowok kembali menautkan kontak, menanyakan apa yang dirasa si cewek yang kuliah komputer. Si cewek menjawab “seru” dan anjurkan si cowok agar kuliah juga di IT. Vakum lagi, kembali sepi. Tahun 2021 si cowok lulus kuliah komputer, sementara si cewek sudah bekerja di Jakarta. Tahu sendiri kan, saat itu covid jadi momok menakutkan.

Tahun kedua Covid-19 sedang gila-gilanya, muncul varian baru memapari siapa pun, merampas imunitas menjadikannya lemah. Di tengah kondisi yang bikin galau itu, tiba-tiba masuk sapaan dari si cowok ke ponsel si cewek, menanya kabar. Si cewek merasa ada perasaan hangat merasuk ke relung pikirannya. Si cowok rupanya bekerja di kota tetangga Jakarta.

Setelah bertahun-tahun bersalam sapa lewat dunia maya, si cowok ngajak si cewek nge-date untuk kali pertamanya. Setelah pertemuan itu, obrolan mereka lanjutkan tetap melalui media sosial di udara maya. Awal 2024, setelah merasa hubungan makin dekat, di pertengahan tahun si cowok pindah kerja ke Jakarta, jarak tempuh kedekatan mereka jadi kian pendek.

Tahun 2025 keduanya sepakat untuk melangkah memasuki hubungan yang lebih serius dan memilih tanggal terbaik untuk memulai Bab-Bab baru, yaitu memasuki bilik perkawinan yang sakral. Dan, jreng tanggal yang mereka maksud terbaik, itu adalah hari ini, 13-12-2025. Begitulah jalan jodoh. Jangan pikirkan akhirnya, yang penting mulai dan jalani aja dulu.

dari Threads @singgasana.kata

❤️💛🫰



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...