“Tahun 2022, saat di mana saya masih lajang dengan sejuta trauma cinta. Berawal di saat saya sedang KKN. Teman satu kamar saya berinisiatif mencomblangkan saya dengan teman pacarnya yang berinisial YF, punya profesi sebagai driver. Komunikasi awal kami bangun dalam 1 bulan hingga tiba first date, 26 Agustus 2022, tuk saling mengenal satu sama lain.
Dalam
pertemuan pertama itu, kami mengambil suatu kesepakatan untuk menjalani hubungan
yang, nantinya ternyata penuh cobaan bertubi dan tantangan berupa teror yang tak
henti menembak. Tetapi, Alhamdulillah, kami bisa melewati itu semua. Hingga sampai pada
27 Februari 2025, kami memutuskan untuk bertunangan.
Alhamdulillah,
atas kemantapan hati bersama, kami memutuskan melanjutkan hubungan pertunangan untuk
memasuki gerbang perkawinan. Kami sepakat 4 Februari 2026 adalah tanggal yang
kami yakin sebagai hari baik untuk menggelar acara paling sakral di muka bumi,
yaitu akad nikah dan resepsi walimatul urusy.”
Bait-bait
cerita dalam tiga bait kutipan di atas, adalah cerita ringkas versi swasunting
oleh saya dari cerita yang dituliskan (calon) mempelai wanita di undangan digital
yang dikirimkan ibunya ke istri saya. Begitulah kegaliban undangan pernikahan
masa kini, dikirm via WhatsApp berbentuk digital bukan invitation cards.
Hal
menghadiri undangan inilah yang membuat saya dan istri motoran ke kota Metro. Meski
baru sekali kami jalani, dengan petunjuk saudara yang anak gadisnya kuliah di
PGSD Unila Kampus Metro, bisa kami tempuh perjalanan dengan santai, hanya
dengan kecepatan 40 Km/jam. Betul-betul santai dan sangat menikmatinya.
Perihal
jalan jodoh, sudah pernah saya tulis di blog
ini, agak lupa ada berapa kali, tapi yang terbaru tanggal 13 Desember 2025 berjudul
“Jalan Jodoh itu ’X’”. Bila saja cermat memperhatikan, banyak jalan cerita yang dilalui
pasangan dalam menemukan jodoh. Entah berapa kali saya tulis di blog ini, bahwa jodoh harus diperjuangakan.
Pernah
juga saya tulis di blog ini (lupa pula judulnya), “Tetaplah
menjadi baik, niscaya kau akan menemukan orang baik atau ditemukan orang baik.” Seperti pada cerita kali ini, jalan jodoh adalah “Teman
Pacar” yang menautkan dengan cara mencomblangkan keduanya. Ini tidak terlepas
dari pentingnya memiliki teman baik.
Pernah
juga saya tulis di blog ini, “Memiliki
banyak teman, penting. Tapi, lebih penting memiliki satu sahabat.” Kurang lebih
seperti itu, saya agak lupa di postingan mana. Kenapa lebih penting satu
sahabat daripada banyak teman? Karena sahabat lebih setia daripada teman. Teman
hari ini, bisa musuh besok.
Komentar
Posting Komentar