Langsung ke konten utama

Rukun Tetangga


Kemarin dua hari (Sabtu dan Minggu) ada hajatan tetangga satu RT berurutan. Di hari Sabtu ngunduh mantu tetangga asal Batu Brak beralamat satu gang lurus di atas.

Jumat malam digelar acara nyambai. Bebai bakas muli meranai dari Kembahang, Kenali, Belalau, Kedaton, dan Sukarame Tanjungkarang saling berbalas pantun dan  lagu.

Sabtu pagi pasangan kebayan diarak dari ujung jalan menuju tempat disandingkan di pelaminan. Nyambai, lagi-lagi. Lagu Sai Lagi berulang kali dipanggungkan.

Pangan neng ora mangan. Istilah pangan bagi ulun Lampung adalah makan besar di Hari-H hajatan pesta. Tetamu pilih prasmanan dan kudapan pondokan.

Bebas sebebas-bebasnya, puas sepuas-puasnya. Mau langsung makan besar menu prasmanan, boleh banget. Mau ngemil kudapan pondokan dulu, silakan.

Sayangnya belum azan Zuhur tak ada lagi pasokan menu dari dapur. Seperti kendara kehabisan bahan bakar di jalan. Tetamu banyak yang tak kebagian, kuciwo.

***

Minggu ijab kabul dan resepsi di gang belakang. Pasangan pengantin sama-sama sudah tak berayah alias anak yatim. Yang jadi wali nikah Kakak lelaki mempelai wanita.

Ketika sesi pamitan dan mohon restu kepada Ibu dan Kakaknya, mempelai wanita dengan suara tercekat menciptakan nuansa yang mengharu biru hampir semua orang.

Saya yang beberapa kali menyaksikan pernikahan keponakan ikut dihanyutkan arus suasana haru. Mata saya ikut sembab, ada air mata mengembun di pelupuknya.

Saya lihat Bapak yang lain pun demikian, apalagi mereka yang memiliki anak gadis tentu lebih terharu lagi karena suatu hari kelak akan dipamiti dan dimintai restu.

Saya pemilik dua anak lelaki semunyaan saja bisa terharu. Pakde Setiadi, lansia pensiunan Guru SMA ngendika, ”Nikahan keponakan gak ada sakral-sakralnya. Yang ini weuh...”

”Setiap orang punya cerita”, begitu tertulis di profile WhatsApp Feri Indra. Betul sekali, setiap orang bisa mengukir sejarah hidupnya dengan tinta emas, bukan corengan arang.

***  

Nama pengantin pria sama persis dengan nama kakak pengantin wanita. Tanda-tanda jodoh diperlihatkan oleh hal-hal tak terduga dan serba kebetulan belaka.

Hal-hal tak terduga dalam sebuah ikatan pernikahan salah satunya adalah adanya kesamaan nama di antara kedua belah pihak keluarga yang berbesanan.

Kesamaan nama tak terduga dan serba kebetulan yang terjadi dalam tautan perkawinan, membuat orang jadi terhubung. Diposting di Medium Keterhubungan.

Medium keterhubungan dengan kesamaan nama, suku, agama, ras, antargolongan atau etnis, tak bisa dinafikan sebagai perekat erat tali kasih sayang dan cinta.

Karena satu RT otomatis para tetangga terlibat dalam kepanitiaan. Panitia yang sungguh besar seperti kabinet kerjanya Jokowi. Hampir se-RT, tak ada yang luput.

Kabinet kerjanya Jokowi semua partai koalisi masuk. Hanya partai oposisi saja yang tak masuk, tentu. Siapa yang bagus kelihatan, yang bobrok kena reshuffle.

***

Di kepanitiaan sebuah acara sama belaka, yang sibuk kerja kelihatan. Yang nongki-nongki doang juga tampak nyata. Akibat kebesaran rombongan panitianya.

Foto-foto dan selfi-selfi, tentu. Sebagai bentuk dokumentasi bahwa telah terjadi peristiwa sakral yang hanya akan dilakukan sekali seumur hidup, idealnya.

Nah pas saya kirim foto ke tetangga akrab, ia mohon izin memasukkan saya ke WAG RT. Sekarang sih tidak terlalu antusias. Dulu sih iya saya tunggu dimasukkan.

Saat dua anak remaja menagih iuran RKM, mereka meminta saya mencatatkan nomor WA. Saya tunggu kali aja dimasukkan WAG, nyatanya tidak. Mek jelas.

Saya bilang sama admin akrab itu, dulu anaknya si Ngunu sama anaknya si Ngono sudah mencatat no WA saya, tapi gak ada cerita untuk apo dio wong.

Saat itu (6/10/2021) di samping nagih iuran RKM mereka minta fotokopi Kartu Vaksin, saya jawab belum dicetak. Ceritanya diposting di Setelah Vaksin, Lalu.

***

Masuk WAG itu bukan seperti kita memasukkan anak ke sekolah yang harus melalui proses pendaftaran. Masuk WAG harus dimasukkan oleh salah satu admin.

Saat sibuk mencari info vaksinasi di bulan Juli—September 2021 dulu iya saya butuh info dari WAG RT. Tapi, saya pilih berjuang cari info di luar jalur WAG itu.

Dan nyatanya saya dapat juga vaksin dosis pertama di bulan September dan dosis kedua bulan Oktober 2021. Sehingga masuk WAG RT kini tak lagi signifikan.

Di samping jadi panitia di dua acara di atas, tentu juga sebagai tamu undangan. Panitia dan kondangan sekaligus. Hdi HHHhari Sabtu dibukukan jadi kondangan keempat.

Jadi panitia dan kondangan sekaligus di hari Minggu tercatat sebagai kondangan kelima di 2022. Masih ada juga kondangan lainnya di Blok dan RT tetangga.

Yang mengundang Ketua RT. Ini dicatat sebagai kondangan keenam di 2022. Sesudah ini, per 15 Februari diberlakukan PPKM. Ambayar deh rencana hajatan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...