Langsung ke konten utama

Dana Segar Ibu Wako

Karena kemarin sibuk membantu para-para bapak se-Blok P mempersiapkan agenda ‘safari ramadan’ daripada Ibu Wali Kota di masjid kami, terpaksa deh saya gagal melanjutkan tadarus bakda Subuh dapat setengah juz, padahal mestinya bakda Dhuha dan Zuhur bisa selesai juz 5.

Sejak sebelum Asar saya sudah ke masjid siap-siap salat Asar berjemaah lalu standby menunggu buka puasa bersama dengan membaurkan diri ke dalam kerumunan warga dan tamu dari luar Blok P, untuk menyambut kedatangan Ibu Wali Kota Eva Dwiana beserta jajaran pemerintah kota tiba di masjid.

Ibu Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana 

Protokol acara penyambutan Ibu Wako sepenuhnya dikendalikan tim Majelis Taklim Rachmat Hidayat di bawah asuhan Ibu Wali Kota. Hanya beberapa menit menjelang berbuka puasa, barulah Ibu Wali Kota dan rombongan tiba. Ibu Wali Kota Eva Dwiana langsung memberikan sambutan sebentar lalu buka puasa.

Gong sambutan Ibu Wali Kota jelang berbuka, yang membuat kami senang, berbahagia, dan bersyukur, adalah Ibu Wali Kota menyampaikan, "Pemerintah Kota Bandar Lampung akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp250 juta untuk membantu proses penyelesaian pembangunan masjid yang tersendat."

Tidak melanjutkan tadarus bakda Zuhur dan Asar, jadi terutang setengah juz tadarus saya. Pulang dari buka puasa bersama di masji, baru saja mauk rumah hujan deras turun. Malas kembali ke masjid, salat Isya dan tarawih di rumah. Pegel duduk bersila, jadi nirsemangat untuk membayar utang setengah juz.

'Safari Ramadan' saya jemaah Zuhur di sini 

Baru bakda Subuh tadi bisa saya bayar lunas. Bakda Dhuha saya gasken baca juz 6 dan selesai pukul 12 minus 5 menit, saya berangkat ke masjid Al-Anshor untuk ‘safari ramadan’ dengan jamaah Zuhur di sini. Agak lega rasanya, utang jadi lunas dan bisa ‘safari ramadan’ pula. Maka, nikmat Tuhanmu legit terasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...