Langsung ke konten utama

13 Tahun di X

Lagi, diingatkan X sudah berapa tahunkah saya bergabung di akun media sosial yang dahulu didirikan Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams dengan nama Twitter.Inc. pada 21 Maret 2006 dan diluncurkan bulan Juli. Enam tahun sejak didirikan, tercatat lebih dari 100 pengguna dengan aktivitas menge-tweet 340 juta kicauan per hari. Pada November 2013 go public dan enam tahun setelah itu, pengguna Twitter memiliki lebih dari 330 juta pengguna aktif.

Pada 25 April 2022, Twitter.Inc. menyetujui pembelian senilai $44 miliar oleh ‘Mas’ Elon Musk (CEO Space X dan Tesla. Tetapi, penjualan ini tidak berjalan mulus karena pada 8 Juli ‘Mas’ Elon Musk membatalkan kesepakatan yang membuat harga saham Twitter jatuh merosot. Keadaan itu memicu petinggi Twitter berang, menggugat ‘Mas’ Elon Musk di Pengadilan Chancery Delaware tiga hari setelah ‘Mas’ Elon Musk, Bos Tesla, membatalkan kesepakatan (tanaggal 12 Juli 2022).

Merayakan 13 tahun di Twitter (X)

Gugatan petinggi Twitter itu tak urung membuat ‘Mas’ Elon Musk sedikit jiper. Kendati tercatat sebagai orang super sugih serta terkenal dengan perusahaan mobil listriknya Tesla, ‘Mas’ Elon Musk tak berani mengambil risiko gugatan tersebut. Ia mengambil langkah cepat dengan mengumumkan niatnya untuk membeli Twitter seperti yang telah ia sepakati sebelumnya, yaitu senilai $44 miliar atau $54,20 per lembar saham. Perjanjian pun disepakati dan akhirnya deal 27 Oktober 2022.

Buah pembelian dan penggantian nama dari Twitter menjadi X oleh ‘Mas’ Elon Musk, memunculkan kritik karena meningkatnya ujaran kebencian serta adanya anggapan bahwa Twitter memprioritaskan konten sayap kanan secara sistemik. Apalagi akuisisi oleh ‘Mas’ Elon Musk membuat kebijakan kontroversial dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengunduran diri masal karyawan Twitter setelah ‘Mas’ Elon Musk menggabungkannya ke X Holding.

Maklumat Ernest Prakasa meninggalkan X

Nah, saya bergabung ke Twitter pada 1 Februari 2013, maka kemarin diingatkannya (lagi) tentang ‘kapan waktu’ saat saya bergabung dengan mengucapkan selamat atas anniversary ke-13. Banyak orang yang sudah lama vakum di Twitter, ada pula yang malah menutup akun sama sekali. Seperti yang dilakukan Ernest Prakasa setelah cuitannya tentang Prabowo memberikan jam tangan mewah untuk para pemain Timnas Indonesia, menuai komentar negatif netizen.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...