Kalau
“Ibu Suri” ini sudah nongki di pasar,
itu pertanda bulan puasa sudah dekat. Si “Ibu Suri” ini merupakan entitas
paling hebring di masa bulan puasa. Gak
di pasar, gak di pinggir jalan, “Ibu Suri” nongki
menunggu orang menyamperi dan menyalaminya. Jika cucok dalam percandaan dan ketemu akad pertukaran rupiah dengannya,
maka “Ibu Suri” sudi diajak pulang untuk buka puasa bersama.
Memang,
“Ibu Suri” ini entitas paling asyik buat teman buka bersama, mukanya yang
glowing dengan saputan bedak warna nude kekuning-kuningan dan senyumnya menawan
kendati tak dipoles gincu, terasa manis saat dicecap bila sebelumnya ditambahkan
sirup Marjan Cocopandan yang merah merona. Uh, rasanya beduk tanda berbuka tak
sabar ditalu saking menggodanya.
![]() |
| "Ibu Suri" sudah nongki menyambut Ramadan |
“Ibu
Suri” ini penggoda paling centil di bulan puasa. Penjual es campur yang
menambahkan “Ibu Suri”, membuat orang pengin “maling telon” membeli es campur dan
menikmatinya, jika saja tak takut dosa. Begitu kuat daya pikat “Ibu Suri”
yang menjadikan wajah glowing berwarna nude kekuning-kuningan sebagai pesona
bagi yang memandangnya. Aduh….

Komentar
Posting Komentar