Langsung ke konten utama

“Ibu Suri” Sudah Nongki

Kalau “Ibu Suri” ini sudah nongki di pasar, itu pertanda bulan puasa sudah dekat. Si “Ibu Suri” ini merupakan entitas paling hebring di masa bulan puasa. Gak di pasar, gak di pinggir jalan, “Ibu Suri” nongki menunggu orang menyamperi dan menyalaminya. Jika cucok dalam percandaan dan ketemu akad pertukaran rupiah dengannya, maka “Ibu Suri” sudi diajak pulang untuk buka puasa bersama.

Memang, “Ibu Suri” ini entitas paling asyik buat teman buka bersama, mukanya yang glowing dengan saputan bedak warna nude kekuning-kuningan dan senyumnya menawan kendati tak dipoles gincu, terasa manis saat dicecap bila sebelumnya ditambahkan sirup Marjan Cocopandan yang merah merona. Uh, rasanya beduk tanda berbuka tak sabar ditalu saking menggodanya.

"Ibu Suri" sudah nongki menyambut Ramadan 

“Ibu Suri” ini penggoda paling centil di bulan puasa. Penjual es campur yang menambahkan “Ibu Suri”, membuat orang pengin “maling telon” membeli es campur dan menikmatinya, jika saja tak takut dosa. Begitu kuat daya pikat “Ibu Suri” yang menjadikan wajah glowing berwarna nude kekuning-kuningan sebagai pesona bagi yang memandangnya. Aduh….


Komentar