Satu lagi penyair pergi, berpulang, berpindah alamat, di bulan baik, bulan penuh Rahmat, Maghfiroh, ampunan serta pembebasan dari api neraka (itkum min annaar). Bulan Ramadan kariem.
H. Sukardi Wahyudi, penyair yang pergi di tengah hari. Dikabarkan istri dan anaknya melalui pesan WhatsApp Grup tempat Pak H. Sukardi Wahyudi bergabung. Kabar tengah hari yang mengagetkan.
![]() |
| Sukardi Wahyudi |
Disampaikan istri dan anaknya menggunakan nomor WhatsApp-nya Pak Sukardi. Sontak ucapan dukacita, belasungkawa dan rasa kehilangan teman menyair disampaikan menanggapi kabar tengah hari kemarin.
Buku "Depok Membaca" kemarin petang diantar Mr. Postman ke alamat rumah minimalis kami. Di buku ini, saya dan Pak Sukardi Wahyudi berpuisi bareng. Ada juga di buku lainnya, pernah juga dipersatukan.
Saya dan Pak Sukardi Wahyudi tergabung bersama di dalam 7 WAG, yaitu: Ruang Sastrawan Indonesia, Peserta Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), Membaca Depok, Bahasa Ibu Bahasa Darahku, Jambore Sastra Asia Tenggara Banyuwangi 2024, Komunitas Negeri Poci, Antologi Puisi Dialog Lima Sungai 2025.
Saya rasa, Pak Sukardi belum menerima buku "Depok Membaca" untuknya karena buku baru mulai dikirim ke seluruh penulis mulai dua hari yang lalu. Penyair di Kalimantan sepertinya belum ada yang menerima.

Komentar
Posting Komentar