Setelah selumbari (Kamis, 14 Februari) saya posting cerita di blog, tentang bunga ‘wiku’ (wijayakusuma) yang mekar kembangnya. Kemarin yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng ambil giliran mekar kembangnya, dua sekaligus. Saya lihat pukul 11, rupanya sudah mekar. Waduh kecele saya.
Artinya,
saat mekarnya memang malam di hari, tetapi tepatnya pukul berapa tidak pasti. Hanya orang
yang betah menunggu detik-detik mekarnya yang tahu pasti, maka orang bisa punya
konten video proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma ini. Bukan kebetulan.
![]() |
| Penampakan saat kembang mekar malam hari |
Ya,
bukanlah kebetulan, melainkan memang sengaja berniat ngonten. Betah menunggui
detik-detik proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma. Nyatanya, seperti saya alami, tidak mesti malam amat, kurang dari pukul 11 PM saya keluar, kembang
sudah mekar.
Setelah
melihat kembangnya mekar, tidak benar juga kalau di postingan selumbari itu,
saya narasikan bunga ‘wiku’ ini sebagai “kembang mbingungi”. Yang benar “kembang
mbagusi” karena kembangnya yang putih tampak mbagus setelah mekar, mesti diakui begitu.
![]() |
| Penampakan sebelum kembangnya mekar |
Jadi
semangat memperbanyak tanaman bunga ‘wiku’ ini setelah tampak mbagusi. Alih-alih menanam janda bolong
yang merambat, meding menanam bunga ‘wiku’ pot gantung. Seperti saya tulis
di postingan selumbari, bila banyak dan ngembang serentak, begitu semarak.


Komentar
Posting Komentar