Langsung ke konten utama

Lansia Bahagia

Punya alat ukur tensi darah digital sendiri di rumah bisa sakwayah-wayah cek tensi darah. Kemarin karena merasa kepala agak pening, saya cek tensinya 130/80, berarti normal untuk kategori lansia seperti saya. Bahkan, ada yang beranggapan 140/90 tergolong normal, di bawah itu masuk darah rendah.

Seperti pengakuan “teman jalan subuh” yang belum aktif salat berjemaah ke masjid pascaoperasi hernia kedua kalinya. “Masih terasa nyeri, di rumah pun saya salat duduk,” katanya. Saya suruh bawa kursi spesial untuk salat ke masjid. “Ah, malau,” ujarnya. Mengapa mesti malu. Para koruptor saja pede dan narsis abis.

Suasana posbindu di rumah Pak RT. 13

Katanya, tensi 140/90 itu ukuran normal untuknya. Ia rutin periksa pada anak gadisnya sendiri yang lulusan pendidikan bidan. “Jika di bawah itu, rasanya badan lemas dan agak kliyeng-kliyeng,” katanya. Ukuran kayak punyanya itu, kalau saya terbilang tinggi, bikin kepala pening. Waktu 160/90 saya usahakan turun ke normal.

Pagi ini ada posbindu di RT 13, RT tetangga sebelah. Tadinya diadakan di RT kami, kemudian pindah. Saya cek ke sana. Hasil pemeriksaan, tensi darah 128/81 dan gula darah 82 (gula darah puasa) karena saya belum ngopi, ngemil kue atau gorengan seperti biasa setiap pagi saya dan istri rutin jalani, apalagi sarapan.

Saya ikut menyumbang 3 judul puisi di buku “Rahasia Lansia Bahagia”, sebuah antologi puisi yang digagas komunitas Aksi Swadaya Menulis dari Rumah (ASMDR) seri ke-22 dan diterbitkan Kosa Kata Kita (KKK). 3 puisi menceritakan “bahagia cara kami” menikmati hidup bersahaja dan kesederhanaan. Saya lansia bahagia.

Ya, berani mengklaim “saya lansia bahagia” karena memang saya tidak punya bahan baku untuk merasa susah atau tidak bahagia. Tetapi, kalau stok bahan baku konten untuk menulis di blog ini, tentu banyak, ada saja idenya. Ya, seperti periksa kesehatan di posbindu ini salah satunya. Begitu sederhana kan?

Mengobrol dengan sesama orang (pada umumnya lansia, para pensiunan) yang datang ke posbindu memeriksakan diri, itu juga bisa membuat perasaan bahagia datang, merasuk jadi obat hati yang risau. Begitulah “bahagia cara kami”. Istri saya menempuh cara dengan pergi jalan-jalan (tour) dengan bestinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...