Langsung ke konten utama

Catatan tentang Kiprah

Inilah postingan ke 1.111 blog Kampung Kata. Saya mengisinya dengan 'catatan kiprah' saya dalam kesastraan. Yaitu, karya yang terhimpun dalam buku antologi serta yang terpublikasi di media cetak dan daring.


BUKU TUNGGAL:

- Sehirup Sekopi – Puisi dan Catatan dalam rangka HUT ke-25 pernikahan, Pustaka LaBRAK, Bandar Lampung, 2018 

- Antologi Rasa, Puisi di Masa Pandemi Covid-19, RFM Pramedia, Jember, 2020. 

- Singkapan – Sang Rumpun Sajak bahasa Lampung, Pustaka LaBRAK, Bandar Lampung, 2022. (Memenangi Hadiah Sastera Rancagé dari Yayasan Kebudayaan Rancagé, Bandung, 2023). 

- Hari Makin Senja, Madani Kreatif Publisher, Jogjakarta, 2024. 


ANTOLOGI PUISI:

- Negeri Para Penyair, Dewan Kesenian Lampung, September, 2018.

- Suatu Hari dari Balik Jendela Rumah Sakit, HUT ke-62 RSUP Sanglah, Desember, 2021.

- Upacara Tanah Puisi (e-book), Masyarakat Literasi Jember, September, 2022. https://anyflip.com/rutxs/nkpr/basic/51-100

- Sampian – Puisi Dwi Bahasa Lampung-Indonesia, Dewan Kesenian Lampung & Pustaka LaBRAK, September, 2022. 

- Membangun Lampung dengan Kearifan Lokal, bunga rampai esai Inkubasi Literasi Pustaka Nasional (ILPN) Lampung, 2023. Kerja sama Perpustakaan Nasional dengan Dewan Kesenian Lampung, Agustus, 2023. 

- Ijen Purba, Dewan Kesenian Blambangan, Oktober, 2024.

- Serampai Kata Blambangan, Sengker Kuwung, Belambangan, HUT ke-253 Banyuwangi, Desember, 2024.

- Si Binatang Jalang, Perayaan Hari Puisi Nasional 2025, April, 2025. 

- Khumul (e-book), Puisi Sufistik Ramadan, Metaforma Internusa, Mei, 2025. 

- Swara-Swara Anak Pulau, TISI, Juni, 2025.

- Ki Hadjar Dewantara, Hari Pendidikan Nasional 2025, Juli, 2025.

- Puisi Etnik Nusantara (dwi bahasa), PERRUAS, September, 2025.

- ZAMRUD, Kosa Kata Kita, September, 2025.

- Semesta Ingatan, Temu Karya Serumpun – Sastra Timur Jawa, Oktober, 2025.

- Bahasa Ibu Bahasa Darahku (dwi bahasa), TISI Jakarta, Oktober, 2025.

- A Tribute to Pipiet Senja, Cakra Budaya Indonesia, November, 2025.

- Kitab Omon-Omon, Sastra Bulan Purnama, November, 2025.

- Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah, TISI & Kemen PPPA, Desember, 2025.

- Rahasia Bahagia Lansia, Kosa Kata Kita, Desember, 2025.

- Tanda Cinta Bagi Korban Bencana Sumatra, Lingkar Sajak Jakarta, Desember, 2025.

- SIPAKAMASE, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan & Great Edunesia, Desember, 2025.

- HIJAU, Jejak Perjalanan Jiwa, Januari, 2026.

- Depok Membaca, Komunitas Membaca Depok, Februari, 2026.

- Sang Warior – The Seventies Selected, Kosa Kata Kita, Maret, 2026.  

- Terang Bulan Tepi Lautan, Aksara Prasada, Juni, 2026. 

- Manuskrip Indonesia  Puisi Kebangsaan, Sastra Bulan Purnama, Mei, 2026 

 

ESAI

- Jalan Sastra Lampung, Dewan Kesenian Lampung,  

- Mencari Lampung dalam Senyapnya Jalan Budaya

- Terkenang Kampung Halaman

- Membangun Lampung dengan Kearifan Lokal

-

 

CERPEN:

- Smardhyari (cerpen tiga paragraf), Dandelion Publisher, Agustus, 2025.

-

 

CERPEN TERPUBLIKASI:

- Pasukan di Garis Depan, labrak.co (16 Oktober 2019): https://labrak.co/2019/10/pasukan-di-garis-depan/

- Neroli, mbludus.com (9 Februari 2020): https://mbludus.com/neroli/

- Kelebat Kematian, biem.co (24 Januari 2021): https://www.biem.co/read/2021/01/24/72995/cerpen-zabidi-yakub-kelebat-kematian/

- Fragmen Kematian, dinamikanews.com (xxxx):

- Menangislah Wahai Bangsaku!, labrak.co (20 Agustus 2020): https://labrak.co/2020/08/menangislah-wahai-bangsaku/

- Neroli, https://www.wattpad.com/story/213070512-cerpen-neroli

- Salahkah Aku Mencintainya, https://www.wattpad.com/story/220292747-cerpen-salahkah-aku-mencintainya

- Di Lepau itu Cinta Jadi Misteri, https://www.wattpad.com/story/220297387-cerpen-di-lepau-itu-cinta-jadi-misteri 


PUISI TERPUBLIKASI:

- Lampung Ekspres-plus (1998, 2004–2008)

- Tikungan, wattpad.com. https://www.wattpad.com/story/215919076-tikungan 

- jernih.co (28 April 2025): Gambir, Cikini, Toko Buku 1, Toko Buku 2, Toko Buku 3. https://jernih.co/puisi/5-puisi-zabidi-yakub/

- nusabali.com (9 Maret 2025): Puisi yang tak Berumah 1 dan 2, Manusia Puisi 1, Manusia Puisi 2, Manusia Puisi 3, Puisi Kesepian dan Pemarah. https://sg.docs.wps.com/module/common/loadPlatform/?sid=sIPbV7JadAbP8x8gG 

- balipolitika.com (30 April 2025): Kidung Kehilangan, Menyeduh Sedihnya, Sedih yang Bantat, Mimpi Masuk Angin, Jatuh & Berani, Lari & Menang, Titik & Koma. https://balipolitika.com/2025/04/30/puisi-puisi-zabidi-yakub/

- pojoktim.com (10 November 2024): Pesisir Tuban, Kemiren, Lelaki Mbois Berjiwa Puitis. https://pojoktim.com/puisi-puisi-zabidi-yakub/

- erakini.id (12 Januari 2025): Pemilik Rahim, Red Velvet, Kata yang tak Kuasa, Orgasme. https://www.erakini.id/sastra/era-urxTD/puisi-puisi-zabidi-yakub

- zabidiyakub.blogspot.com (tersebar di berbagai postingan dengan label "puisi").

- Orbit8.id (15 Mei 2026): Puisi Berbau Sara, Seperti Makan Sandwich, Cupang, Bisa Cemburu Rembulan, Mercusuar.

- Orbit8.id (22 Juni 2026): Saat Terminal Dipeluk Magrib, Jakarta Tidak Sedang Banjir, Tercerai dari Teman Sebercandaan. Puisi panjang yang dipenggal menjadi 3 judul sebagai kado HUT ke-499 atau jelang 5 abad DKI Jakarta.

 

PANTUN MAJELIS

- Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS). Buku antologi saat ini sedang dalam proses, rencana diluncurkan nanti bulan Desember 2026. Diikuti penulis se-ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Tailan Patani).

-

PUISI RAMADAN

- Dalam Cahaya Ramadan (183 penulis ASEAN), Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS), diluncurkan di Pekan Baru dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar PERRUAS, Sabtu, 18 April 2026.

 

KEGIATAN SASTRA

1.    Zabidi Yakub memenangi sayembara menulis puisi berbahasa Lampung yang diselenggarakan Komite Sastra, Dewan Kesenian Lampung. Puisinya berjudul Sampian masuk buku Sampian (Puisi Dwi Bahasa Lampung-Indonesia).

2.    Memenangi sayembara menulis esai dalam rangka Inkubasi Literasi Pustaka Nasional (ILPN) wilayah Lampung, Tahun 2023. Esainya berjudul Sastra Perlawanan dalam Lagu Lampung masuk buku Membangun Lampung dengan Kearifan Lokal. Kegiatan ini juga diisi dengan workshop penulisan esai di Gedung Dewan Kesenian Lampung, 4 Agustus 2023 dengan narasumber Afrizal Malna, Iwan Nurdaja-Djafar, dan Udo Z. Karzi.

3.    Bersama 4 pemenang Hadiah Sastera Rancagé dari sastra Batak, Sunda, Jawa, dan Bali diundang menghadiri Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Ubud, Bali, 18–22 Oktober 2023 bersama dengan pengurus Yayasan Kebudayaan Rancagé Bandung. Bukunya yang memenangi Hadiah Sastera Rancagé adalah Singkapan.

  1. Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi, 24–26 Oktober 2024 dengan acara peluncuran buku Ijen Purba, seminar “Revitalisasi Sastra Lokal Memperkaya Sastra Nasional” dan penandatanganan Maklumat Lembah Ijen bersama 200 penyair Indonesia dan Asia Tenggara yang hadir di sana, penyair goes to school serta tur ke The Djawatan.
  2. Menghadiri Perayaan Hari Puisi Nasional (PHPN) di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), Cikini, 28–29 April 2025. Ia dipanggil naik panggung untuk menerima simbolis buku Si Binatang Jalang.
  3. Menghadiri Temu Karya Serumpun (TKS) di Jember, 25–26 Oktober 2025, dengan acara: peluncuran buku Semesta Ingatan, dialog pakar, bedah karya bersama kurator, malam puisi, dialog penyair serumpun, diskusi pakar, dan ziarah museum tembakau.
  4. Menghadiri Festival Puisi Etnik Nusantara di Jambi, 20–20 Desember 2025. Peluncuran buku Puisi Etnik Nusantara, anugerah penggerak PERRUAS, anugerah peserta (daerah) terbanyak penulis puisi etnik nusantara.
  5. Namanya tercatat dalam “Apa & Siapa Penyair Poci” seri ke-15 ZAMRUD https://kosakatakita.aflip.in/4f6f9afbcb.html
  6.  
  7.  
  8.  

 

 

Hasil perbaharuan 7 Juni 2026. Akan diperbaharui secara berkala sesuai dengan adanya penambahan buku antologi dan publikasi karya terbaru. Atau catatan yang perlu ditambahkan. 


(zy)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...