Jiah, bunga Wijayakusuma yang ditanam di pot gantung teras rumah minimalis kami akhirnya mekar menampakkan kembang putih berseri. Waktu mekarnya kembang yang juga memiliki nama pendek wiku (akronim dari wijayakusuma) ini adalah tengah malam, entah pukul berapa. Mesti betah menunggu.
Banyak video beredar menampakkan detik-detik proses mekarnya kembang wiku. Dalam hati, saya membatin, alangkah iseng serta telatennya orang mengisi waktu menunggu detik-detik mekarnya kembang dengan memposisikan kamera ponsel ke arah putik kembang yang akan mekar perlahan.
![]() |
| Bunga Wijayakusuma mekar tadi malam |
Yang sudah ditanamkan di pot gantung ada dua, satu pot diikatkan di batang pohon kelengkeng, dan satu pot masih di tanah belum dibelikan pot gantungnya, semacam masih dikarantina. Nanti kalau sudah di pot gantung semua dan berkembang barengan, tak terbayang indahnya. Begitu semarak penampakan.
Juga, seumpama kembangnya gak melulu berwarna putih, misalkan berwarna-warni, tentu meriah sekali. Tapi, karena kembangnya cuma putih itulah, maka namanya Bunga Wijayakusuma. Saya kirim fotonya ke kawan, ia menyangka buah naga, ketipu sekilas penampakan. Foto kadang suka bercanda begitu.
![]() |
| Ini wajahnya kemarin, saat belum mekar |
Sekilas memang mirip buah naga, ya! baik kembang maupun sulur daun tempat kembang menempel. Eh, penyebutannya apa sih, untuk sulur tempat kembang buah naga atau kembang wiku ini menempel? Batang bukan, daun juga bukan. Nah, jadi mbingungi kan? Daripada bikin ruwet pikiran, seruput kopi dulu ah...


Komentar
Posting Komentar