Kami dapat undangan hajat manten di Desa Banjarejo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Timur. Kubilang sama istri, "Kita motoran aja, lewat jalan Untung Suropati, konon lebih cepat dan aman ketimbang lewat jalan raya Natar yang agak ngeri-ngeri sedap sebab banyak kendara truk gede-gede.
Berangkat jelang pukul 11 dari rumah, mampir soto SSB buat sarapan. Pukul setengah 12 selesai sarapan bergerak menuju jalan Untung lewat By Pass, pelan menyusurinya terus lurus sesuai petunjuk saudara yang anak gadisnya kuliah di PGSD Unila kampus Metro. Tiba di kota Metro kurang dari pukul 1 siang.
![]() |
| Masih banyak becak kayuh di Metro |
Wah, cepat juga kendati hanya dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Kendati jalan mulus, tapi banyak lubang jeglokan yang sangat membahayakan apabila njengkang. Padahal, kalo pengin ngebut bisa aja sih karena jalanan relatif sepi dari lalu lintas kendaraan, bahkan hampir terbilang lengang, lewat kebun karet.
Setelah keliling-keliling cari hotel, habis salat Zuhur, keluar hotel dan bergerak ke TKP (di tempat sahibul hajat) yang masuk wilayah Lampung Timur. Dengan patokan atau ancer-ancer yang dijelaskan si mbak resepsionis hotel. Loh, ternyata gak jauh-jauh amat. Hanya saja karena baru pertama sempat kebablasan.
Alhamdulillah hari ini cuaca begitu amat bersahabat sehingga bisa mengabulkan undangan. Tetapi, kabar dari tetangga di kota Bandar Lampung, sore ini tadi kembali hujan mengguyur. Nah, sama belaka, di kota Metro juga hujan, beruntungnya sesudah kami tiba di hotel dari tempat sahibul hajat walimatul urusy.
Acara akad nikah dan resepsinya sebenarnya besok, takutnya besok belum tentu cuaca terang mengingat hari kemarin-kemarin hujan melulu sejak dari subuh hingga siang, malam pun terkadang hujan. Jadi, agak spekulatif bila memilih besok di hari-H berangkat ke tempat acaranya. Lagi pula belum paham lokasinya.

Komentar
Posting Komentar