Langsung ke konten utama

Postingan

Indahnya Kebersamaan

Runtuhnya Orde Baru dan lahirnya Era Reformasi membawa perubahan cukup signifikan bagi tatanan kehidupan sosial dan beragama. Di masa Orde Baru semuanya serba teratur dan satu padu, begitu muncul Era Reformasi ada yang berubah. Terutama dalam hal permulaan ibadah puasa, tak lagi bersama. Kalangan Muhammadiyah duluan satu hari dan warga nahdiyin baru mulai keesokan harinya mengikuti ketetapan pemerintah. Dasarnya memegang prinsip samikna wa atokna (mengikuti dan taat) kepada pemimpin (Pemerintah). Padahal, betapa indahnya kebersamaan. Untuk merajut kebersamaan itulah sehingga menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah dua tahun ini menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan secara tertutup. Padahal, sebelumnya disiarkan secara langsung oleh televisi. Dengan demikian, tidak bisa lagi publik menyaksikan secara langsung perdebatan sengit di antara para peserta sidang. Tidak lagi bisa mendengar serta mengenal siapa peserta sidang isbat yang paling ngotot, yang paling banyak mengem...

Tiga Bulan Mulia

”Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya ’ ban wa balighna Ramadan.  Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban,  serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan”  (H.R. Ahmad dan Tabrani) Demikianlah doa yang pernah diajarkan Rasulullah Muhammad Saw kepada para sahabat beliau. Itu bisa ditafsirkan betapa mulianya tiga bulan tersebut, sehingga manakala memasuki bulan Rajab Nabi Saw perlu memanjatkan doa agar mendapat keberkahan di dalamnya. Di dalam bulan Sya’ban terdapat apa yang disebut malam Nisfu Sya’ban. Yaitu malam pada nisfu (pertengahan) pada bulan Sya’ban. Ada apa di malam ini? Penjelasannya tergambar pada dialog antara Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad Saw berikut: ”Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nisfu Sya’ban seraya berkata; Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan salatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit.” Rasulullah Saw bertanya; malam apa ini Jibril? Jibril menjawab; ”Malam ini dibukakan 300 ...

Bergetar

”Innamal mukminuunalladzina idza dzukirollahu wajilat qulubuhum waidza tuliyat  ’alaihim ayatuhu zadathum imaana wa’ala robbihim yatawakkaluun.”  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila  disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka  ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal). (Q.S. Al-Anfaal [8] : 2) Jagat infotainment heboh oleh gema suara mirip tiupan terompet Sangkakala. Suara mengaum yang hanya terdengar di beberapa kota di Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa, Jerman, Kanada, Belarus, dan Benua Australia, tersebut diunggah ke YouTube pada 6-7 Mei lalu. Mirip Sangkakala. Ya, kalau hanya sekadar mirip tidak apa-apa, boleh dan sah-sah saja mengatakannya seperti itu. Siapa manusia di Bumi ini berani mengklaim tahu persis kapan Terompet Sangkakala akan ditiup Malaikat Isrofil? Jangankan manusia awam, Nabi Muhammad SAW sendiri tidak tahu persis. Hanya A...

Bangkit

Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan  dibangkitkan.  Katakanlah: ”Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar  kamu akan dibangkitkan,  kemudian akan diberitakan kepadamu  apa  yang  telah kamu kerjakan,”  yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. (Q.S. Ath-Thalaaq [65] : 7) Pertengah pekan lalu saya diserang Vertigo. Terus terang, saya memang belum pernah naik permainan Bianglala. Karenanya, terbetik tanya bagaimana asyiknya mereka yang tiap piknik ke TMII, tak akan melewatkan naik Bianglala yang memacu adrenalin. Namun, saat diserang Vertigo, meski dalam posisi berebah, saya merasa seperti berputar (kepala ke bawah terus naik ke atas silih berganti) persis seperti sedang naik Bianglala. Sedikit terbayang, barangkali seperti itu rasanya naik Bianglala. Yang saya khawarirkan kalau sampai terjerembab jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Padahal saat itu sedang diperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-107. Mas...

Perjalanan

”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari  Al Masjidil Haram  ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar  Kami perlihatkan kepadanya  sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.  Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”  (Q.S. Al-Israa’ [17] : 1) Peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah Saw diperingati setiap tahun oleh umat muslim di dunia. Hikmah terbesar dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perintah mendirikan salat dalam lima waktu. Disebutkan dalam suatu hadits Nabi bahwa salat adalah tiang agama ( ash-shalatu ’imaduddin ). Maka, barangsiapa yang mendirikan salat, sama halnya dia telah mengokohkan tiang agama dan barangsiapa melalaikan salat, sama halnya dia telah merobohkan tiang agama. Hanya sebahagian manusia yang taat menjalankan perintah aqimish-shalatu (dirikanlah salat) itu, sedang sebahagian lainnya merasa perintah mendirikan salat ibarat beban yang memberatkan...

Hijab Sebagai Pembeda

Judul tulisan ini pernah saya pakai untuk tulisan tentang Hari Hijab Sedunia, yang saya posting jadi Catatan di Facebook 1 Februai 2014. Hijab adalah pakaian yang diwajibkan bagi kaum muslimah, sebagaimana disyariatkan dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab (33) : 59 dan An-Nuur (24) : 31. Di sini Allah Swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengatakan kepada istri-istri dan anak-anak perempuan mereka, serta orang mukmin lainnya, ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak diganggu. ” Artinya, jilbab akan menonjolkan identitas kemuslimahan seorang perempuan. Angelina Joli, tampak lebih cantik dengan balutan jilbab Untuk mengenali identitas keislaman seseorang, salah satunya dengan melihat busana yang dia kenakan. Berhijab (menyempurnakan busana dengan jilbab atau kerudung), mudah mencirikan bahwa dia adalah wanita muslimah. Sementara, untuk kaum muslimin biasanya baju koko, peci/kopiah, dan sarun...

Pendidikan dan Budaya

Setelah dua pekan lalu siswa SMA sederajat memungkasi pendidikannya dengan menempuh UN, mulai hari ini giliran pelajar SMP yang menempuh UN. Ada perbedaan mendasar antara UN di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh atau era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan era Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan atau era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). tampak tampilan kolom”Kacamata Zabidi Yakub” di koran LE, 4 Mei 2015 Perbedaan itu, di masa Muh. Nuh, UN sebagai penentu kelulusan siswa, sedang di masa Anies Baswedan kini, UN bukan penentu kelulusan. Di masa itu, kelulusan tertinggi atau 100 persen adalah kebanggaan bagi suatu sekolah. Karena itu ada upaya tertentu yang ditempuh pihak sekolah agar kelulusan 100 persen tercapai. Di antaranya, mengadakan les tambahan bagi siswa yang akan menempuh UN, oleh guru mata pelajaran yang di-UN-kan. Ada juga siswa yang ikut Bimbel di luar. Meski mengadakan les di sekolah itu t...