Biasanya jelang datangnya bulan Agustus gini, penjual tiang bendera keliling di perumahan BKP sejak pertengahan Juli menjajakan bambu buat mengibarkan bendera dan umbul-umbul. Tapi, agak aneh, semakin ciut ujung bulan dan masuk Agustus hari ini, tak ada penjual bambu keliling perumahan.
Beruntunglah bambu buat memasang bendera dan umbul-umbul dari tiga tahunan silam masih dalam kondisi bagus. Fungsi ganda yang disandang bambu, selain buat tiang bendera saat Agustusan, ialah buat menggantung jemuran. Jadi, masihlah bisa dijemur bersama bendera dan umbul-umbul mulai hari ini.
![]() |
| Bendera sang Pelopor |
Era Jokowi jadi presiden (2014–2024), bambu tiang beserta bendera dijemur sebulan full selama bulan Agustus, sesekali kena hujan “bulan Agustus” ada dua kemungkinan. Bendera niscaya cepat pudar. Bambu tiang yang saat dibeli sudah tua, bisa jadi akan lebih kokoh karena dijemur, semakin kering.
Untuk bambu yang saat dibeli masih muda, biasanya akan dimakan bubuk dan membuatnya mudah patah. Dua model bambu tiang bendera (tua dan muda) itu pernah kami mengoleksi. Yang tua awet sehingga bisa dipakai lagi sementara yang muda dimakan ngengat bubukan kemudian patah, akhirnya dibuang saja.
Di gang kami, rumah kami selalu jadi pelopor masang bendera dan umbul-umbul pas di tanggal 1 Agustus. Karena belum beli bambu dan bambu bekas pasang bendera tahun lalu entah dikemanakan atau kenapa, tetangga-tetangga belum ada yang pasang. Tunggu penjual bendera lewat dulu. Ya kalau ada, kalau gak.

Komentar
Posting Komentar