Langsung ke konten utama

Ludah Lidahmu

Jauh sebelum ludah seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) terhadap seorang gadis kasir minimarket viral, saya sudah membuat puisi berjudul sama dengan postingan blog ini. Ide puisi “Lidah Ludahmu” muncul ketika saya teringat cewek teman SMP yang saya taksir. Wajahnya pancen ayu, tetapi perilakunya suka meludahi siapa cowok yang menggodanya, membuat saya tak berani menyatakan cinta. Pun, ketika bertemu saat saya pulang libur kuliah, saya justru ‘jual mahal’ padanya, pura-pura seperti tidak kenal saja, saking muaknya terhadap aksinya melepah ludah tatkala saya menggodanya sewaktu mengambil bola plastik di dekat dirinya.

Kejadian saat istirahat belajar dan kami para pelajar cowok main bola plastik di halaman sekolah, itu membekas dalam ingatan dan saya bawa merantau ke Jogja. Ketika saya pulang kampung saat liburan, bertemu dia dan saya acuhkan saja. Dia di halaman rumahnya sedang menjemur kopi, saya lewat di jalan depannya hendak ke rumah makcik (bibi) saya yang berjarak dua rumah dari rumahnya. Dia sudah pasang stile ramah. Umbar senyum ke arahku seraya menegur. Dasar saya kesal oleh kejadian masa lalu yang nggak layu, saya pura-pura tak melihat senyum dan mendengar tegur sapanya. Terus saja melangkah melihat ke jalan ke depan menuju rumah makcik.

Ilustrasi buatan AI (Anak Ingusan) gak persis seperti kejadian sebenarnya (maafkan AI)

Ini semacam balas dendam karena pada dasarnya naksir, tapi jijik terhadap perangainya yang suka meludahi. Nah, spontan saya menciptakan puisi mengabadikan kenanagan buruk itu. Oleh kawan kendati sudah dibuatkan grup WhatsApp alumnus SMP itu dan ada dia di dalam grup, belum sekali pun saya nimbrung bereaksi terhadap bualan-bualan mereka. Saya pikir, grup WhatsApp apa saja kok isinya begitu-begitu saja. Ada yang doyan banget meng-share tautan berita politik dari platform media sosial facebook. Ada yang memang karena punggawa di platform media berita digital, tentu suka-suka dia meng-share berita dari media yang dikelola sendiri.

Kembali ke ludah dosen di Makassar tadi, semburan ludahnya yang mengarah ke wajah gadis kasir dan, katanya (versi berita di media), mengenai wajah dan jilbab si gadis sehingga membuatnya syok, menangis, dan berlari toilet untuk membersihkan mukanya. Sudah tentu syok dan wajar menangis. Cewek teman SMP yang saya ceritakan di atas, kendati ludahnya tidak mengenai saya, tetap membuat saya terkejut, merasa tak percaya dan tak habis mengerti, mengapa dia berbuat seperti itu. Apalagi  dosen yang meludah, semestinya memosisikan diri sebagai orang yang memiliki martabat lebih tinggi daripada orang biasa kebanyakan. Tetapi, yang terjadi di luar akal sehat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...