Langsung ke konten utama

Rahasia Bahagia Lansia (2)

Akrostik adalah seni menulis dengan menata huruf awal sedemikian rupa sehingga ketika dibaca secara vertikal akan membentuk sebuah kata, nama, frasa atau pesan tertentu. Cara ini digunakan menyampaikan ide secara kreatif. Puisi yang dibuat dengan bentuk akrostik, akan mencerminkan makna pesan yang disampaikan bila kita membaca secara vertikal huruf awal yang dirangkai sedemikian rupa.

Ikut berpartisipasi dalam penerbitan buku antologi puisi “Rahasia Bahagia Lansia” saya mengirim tiga puisi mengikuti ketentuan yang disyaratkan. Dua puisi saya buat dengan bentuk akrostik dan satu puisi bebas. Ketiga-tiganya mengekspresikan simbol bahagia yang saya maknai sebagai sebuah karunia di masa lansia. Kendatipun memasuki fase usia lansia, sesiapa pun seyogianya mesti tetap merasa bahagia.

Dua eksemplar buku "Rahasia Bahagia Lansia"

Kemarin saat sedang ngantar istri belanja di Simpur Center sembari ngadem, pesan WhatsApp masuk dari kurir paket, menyampaikan kabar diimbuhi foto paket ditaruhnya di bawah blower Ac dekat pintu. “Terima kasih,” balas saya. Setelah saya buka, isi buku bukan melulu puisi, melainkan juga ada cerpen. Tidak semua penulisnya lansia, ada masih remaja menceritakan orang tuanya yang sudah lansia.

Yang menarik, satu cerpen menceritakan seorang kakek bernama Marthen yang berusia 69 tahun tapi masih bisa membaca tanpa bantuan kacamata. Sepeninggal istrinya, kakek yang tinggal di Desa Rainyale, Sabu Barat, Nusa Tenggara Timur, ini menemukan kesenangan baru, yaitu: membaca. Itu ia jadikan cara melupakan kesedihan dan menemukan kebahagiaan di masa lansia melalui cerita di buku.

Anaknya yang bekerja di Kota Kupang kemudian rajin mengirimkan buku-buku cerita kepadanya. Melaui bacaan, kakek Marthen menemukan resep bahagia. Sejak itu ia menganggap bahwa bahagia itu begitu sederhana. Hanya dengan membaca buku apa saja, ia menemukan “teman mengobrol” dalam bentuk lain sebagai pengganti mengobrol dengan istrinya yang dahulu mereka jadikan sebuah kebiasaan sehari-hari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...