Langsung ke konten utama

Sa'ban

Lagi, saya menemukan masjid yang jumatan azannya sekali. Pekan lalu dengan niat untuk sengaja ke masjid Al-Hikmah Gang PU, ternyata azan jumatan satu kali ala Muhammadiyah. Tadi dengan niat sengaja salat jumatan di masjid Baiturrahim, Beringin Raya, kendati cuaca agak mengkhawatirkan.

Setelah takmir selesai mengumumkan keuangan masjid, khatib naik mimbar lalu mengucapkan salam dan diikuti bilal mengumandangkan azan. "Hari ini saya menemukan lagi masjid Muhammadiyah," batin saya. Yo, wis tenang menyimak khutbah yang dibaca khatib, perihal bulan Rajab, Sa'ban, dan Ramadan.

Ornamen di area pengimaman 

"Kita memasuki bulan Sa'ban, saya mengajak jemaah memperbanyak amal di bulan ini dengan berpuasa seperti yang Rasulullah SAW lakukan bersama para sahabat," kata khatib. Tapi, sependek pengetahuan saya, hanya sampai 15 Sa'ban, sesudahnya tak boleh lagi puasa hingga memasuki bulan suci Ramadan.

Masjid ini sedang ada perbaikan di bagian atap yang bocor, pemasukan kas masjid sepertinya tidak begitu banyak sementara pengeluaran rutin agak lumayan besar. Kotak infak jumatan "numpang lewat" di muka jemaah, hal yang membuat pemasukan kas mingguan begitu amat kecil. Problem masjid pada umumnya.

Masjid diresmikan oleh Wali Kota Bandar Lampung Drs  Hi. Suharto pada 2 Januari 2000. Saya amati, ornamen di area pengimaman lumayan bagus. Dibuat dua lantai dengan tiang penyangga yang kokoh di tengah. Pendingin udara semriwing, tata cahaya dari jendela membuat ruangan cukup terang.

Kendati pagi ingus saya seperti tak hendak berhenti mengucur, berkat obat flu yang saya untal sebelum jumatan, Alhamdulillah saat jumatan bisa berdamai. Bakda jumatan sempat ada salat ghaib untuk orang yang meninggal, hingga keluar masjid, ingus seperti 'tahu diri' tak mau membuat saya merasa terganggu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...