Langsung ke konten utama

Influen…

Rame berita tentang wafatnya selebgram Lula Lahfah. Apalagi saat Reza Arap menangis pilu di pelukan Fadil Jaidi menguatkannya menghadapi kesedihan ditinggal orang yang dicintainya. Dua pasang kekasih ini adalah teman lama yang putus komunikasi dan kembali membangun kemistri ketika sama-sama terlibat dalam proyek sebuah film.

Reza Arap bernama asli Muhammad Reza Oktovian dikenal dengan mononim YB merupakan personalia YouTube (yutuber), penulis lagu dan penyanyi, aktor, dan pengusaha pakaian dengan label Your Bae. Kanal YouTube yang dibuatnya pada 2012 ia hibahkan atau donasikan kepada Yayasan Anyo (yayasan penyakit kanker anak) pada bulan September 2018.

Ilustrasi influencer | foto: IndeedSEO |

21 Februari 2021 Reza menggelar pernikahannya di Bali dengan Wendy Meilina Leo yang dikenal sebagai Wendy Walters. Pernikahan Reza dan Wendy hanya bertahan dua tahun, mereka bercerai tahun 2023. Reza Arap pernah tersangkut kontroversi kasus penipuan berkedok opsi biner melalui aplikasi Quotex dengan tersangka Doni Salmanan.

Karena itu, Reza Arap menjalani pemeriksaan selama 6 jam di Gedung Bareskrim Polri. Latar belakangnya karena Reza Arap mendapat bayaran dari Doni ketika Reza Arap melakukan siaran langsung saat bermain permainan video Ragnarok X, sebuah permainan game berasal dari Korea Selatan, yaitu Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG).

Dahulu, jalan orang untuk terkenal yang dipercaya dapat menghasilkan cuan banyak adalah menjadi artis atau aktor. Itu dahulu. Sekarang ‘jalan mudah’ itu disebut menjadi selebgram dan influencer. Tentu saja mereka harus memiliki modal wajah glowing, penampilan trendy, pembawaan penuh percaya diri, dan yang tak kalah penting adalah narsis (nyelenĂ©h).

Narsis. Ya, sebuah laku berani mempertontonkan kepentingan diri yang berlebihan, butuh dikagumi secara mendalam. Hanya orang yang memiliki NPD (Narcissistic Personality Disorder) atau gangguan kepribadian nasristik yang bisa. Terus terang saya nggak bisa. Bukan influencer, melainkan influenza (sakit flu) yang saya derita berapa hari ini.

Cemana lah mau narsis, muka kuyu karena menderita demam flu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...

Tak Ada Rasa Merdeka

Puisi bertema "Rakyat Menggugat" dengan tagar #panjat_pinang saya unggah pada facebook "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" dengan moderator RgBagus Warsono malam ini. Lomba menulis puisi #panjat_pinang ini sengaja diadakan "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" berkenaan perayaan HUT ke-81 kemerdekaan RI yang biasanya dimeriahkan lomba panjat pinang. Narasi yang saya tabalkan adalah habisnya kebun pinang karena dibabat untuk jadi kebun sawit. Oleh karena itu, tak ada panjat pinang di kampung mereka di 17-an tahun ini. Padahal, itulah hiburan merakyat. Bocil-bocil tahunya hanya tertawa menonton lomba panjat pinang karena belum terbayang dalam benak mereka tentang masa depan yang suram. Negara mereka digadaikan penguasa dengan barter utang. Di pundak bocil-bocil itu terbebani beratnya utang yang dibayar dengan pajak rakyat yang tidak semua tersalur. Sebab, ada tikus-tikus berdasi yang maruk menggerogoti dimasukkan dalam rekening pribadi. Tak ada rasa merdeka d...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...