Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door. Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran.
Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency, belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door kiosnya.
Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu.
Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan.
Bayangkan, dari mana-mana pendatang tumplek blek di satu titik [Jogjakarta]. Itu menandakan bahwa Jogjakarta tidak cukup hanya dikangeni, tapi juga kudu ditekani. Hari ini, sedianya saya pun ke Jogja menghadiri reuni emas AMP YKPN dan HMI, tapi...
Ya, AMP [STIM] YKPN reuni emas menandai usia 50 tahun berdirinya sejak 1976, berlangsung tadi malam. Membonceng kegiatan tersebut, ikhwan dan akhwat alumnus HMI Komisariat AMP YKPN juga reuni di Goebok Resto Jl Wonosari Km 1 Banguntapan Bantul.
Ya, tetapi berhubung saya belum lama pulang dari Jambi menghadiri Festival Puisi Etnik Nusantara, dan saya memang tidak mendaftarkan diri untuk ikut reuni lintas angkatan alumnus AMP YKPN serta alumnus HMI Komisariat AMP YKPN. Begitulah...
![]() |
| Hasil tangkap layar IG @jogjaku |
![]() |
| Hasil tangkap layar IG @halojogjakarta |
🎉❤️




Komentar
Posting Komentar