Istri saya agak khawatir ketika pesan whatsapp nggak dibalas anaknya. Saya posting foto stay cation di Holiday Inn pada grup keluarga juga nggak ditanggapi. Telepon juga nggak diangkat. Ternyata mereka berdua istrinya sedang dilanda demam.
Saya kirim link
berita perihal influenza subklad K yang sedang mewabah di 8 provinsi, salah
satunya Jawa Timur. Nah, anak ini kan bekerja di Surabaya, jangan-jangan membawa
virus superflu ke Jakarta kemudian menularkannya kepada istrinya di Depok.
![]() |
| Ilustrasi | foto: Datasatu |
Oh, ternyata, usut
punya usut, istrinya yang demam lebih dulu. Tapi, anak ini batuk parah, katanya. “Ya,
mungkin itu, Yah,” katanya menanggapi link berita superflu yang saya kirim melalui pesan pribadi di whatsapp. Ya, jangan-jangan anak ini jadi suspect.
Delapan provinsi
dengan 68 orang yang terdeteksi terjangkit virus influenza subklad K. bukan
hanya anak yang di Surabaya ini saja yang dilanda demam, melainkan adiknya juga
yang di Jakarta mengalami demam saat tahun baru. Tambahlah ibunya khawatir.
Dahulu, ketika
penyakit aneh mewabah akhir tahun 2019 yang kemudian dinamai Covid-19 jadi
penyakit mematikan tahun 2020–2022. Nah, akankah superflu subklad K ini juga begitu?
Sepertinya tidak. Hingga hari ini belum ada perkembangan seberapa bahaya.
Yap!!, seberapa bahaya dan perkembangan dalam hal jumlah korban serta seberapa mengerikan ancaman. Tampaknya di luar penyakit yang mewabah, masalah KUHAP yang disahkan dirasakan orang-orang lebih mengancam. Terutama bagi kebebasan berpendapat.

Komentar
Posting Komentar