Langsung ke konten utama

Sixties Happy

Eufemisme (penggunaan kata atau frasa yang lebih halus) dengan kata lain penghalusan istilah. Sebenarnya, kata atau frasa lansia –singkatan dari lanjut usia– tidaklah terdengar kasar sehingga tidak perlu dihaluskan apalagi diampelas. Tapi, demi lebih terdengar santun, dipakailah istilah warior (warga senior) sebagai pengganti penyebutan lansia.

Buku antologi yang ditujukan untuk penyair yang sudah berusia sepuh, ini semula khusus untuk yang berusia 70 tahun (seventies). Kemudian diturunkan tingkat “ketuaannya” menjadi 60 tahun (sixties). Saya yang berusia 60+ mendapat tiket untuk ikut serta. Saya kirim 5 judul puisi untuk dikurasi oleh tim kurator yang tentu lebih sepuh dari saya.

Flyer dari semula, tersebutlah "the seventies"

Pada flyer memang tegas dicantumkan frasa seventies, tapi yang tergolong berusia sixties boleh ikut. Setelah pengumpulan puisi sampai batas tenggat akhir (deadline), proses kurasi dilakukan dengan seksama. Agak lama menunggu kok tidak kunjung ada pengumuman hasil kurasinya. Teman di Banjarmasin bolak-balik menanyakan kepada saya.

Rancang kaver sudah disebar di facebook, frasa Sang WariorThe Seventies Selected pun diperkenalkan dengan embel-embel “Antologi Puisi Penyair 70-an”. Ini yang kemudian menjadi dasar ‘praduga tidak bersalah’ muncul di benak saya, apakah akhirnya memang hanya penyair berusia 70 + yang kemudian dijaring masuk antologi ini. Ternyata tidak begitu.

Rancang kaver "the seventies selected"

Pagi tadi, pukul 09:57 teman penyair di Banjarmasin menerus-kirimkan pengumuman hasil kurasi kepada saya. Kirimannya baru saya baca dan balas pada pukul 11:46. Terpaut waktu agak jauh karena saya kurang enak badan, pagi sempat tidur lagi. Setelah saya buka pesan WA di semua WAG, pengumuman di-share pukul 09:32 di WAG Komunitas DNP.

“Alhamdulilah puisi kita lolos kurasi, selamat untukmu,” kata teman di Banjarmasin. Tapi, ada hal kecil yang disayangkannya, penulisan namanya kurang satu karakter. “Oh, terima kasih atas informasinya. Alhamdulillah bisa berkontribusi di buku ini. Salah nama mungkin hanya pengumuman saja, semoga di bukunya tidak begitu,” balas saya.

Sebelum buku “Antologi Puisi Sang Warior” ini, 3 puisi saya terhimpun dalam buku “Rahasia Bahagia Lansia” volume satu yang merupakan buku seri ke-22 ASMDR (Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah) oleh penerbit KKK (Kosa Kata Kita) Jakarta. Jadi, dua buku antologi puisi ini menegasikan diri ini sebagai Lansia Bahagia atau Sang Warior sixties selalu happy.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...