Langsung ke konten utama

Menuju Ramadan

Alhamdulillah jumat pekan lalu saat safari jumat di masjid Baiturrahim, di Beringin Raya, ingus yang sedang meler bisa “tahu diri”, tak iseng mengganggu selama salat jumat berlangsung, dari khutbah hingga selesai dan salat ghaib untuk almarhum (warga di sana) yang meninggal dunia.

Kemarin, saat saya safari jumat di masjid Husnul Khatimah, masih di Beringin Raya juga, ingus yang sudah mengental masih sering minta dienyahkan dari rongga hidung. Setelah selesai salat tahyatal masjid dan lanjut dhuha, saya sempatkan buang air kecil dan ingus agar tenang saat salat jumatan.

Masjid Husnul Khatimah, Beringin Raya 

Betul saja, salat jumatan saya bisa khusyuk tanpa gangguan ingus yang usil minta dibuang. Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan perihal betapa agung bulan Sya’ban (bulannya Nabi Muhammad SAW). Karena itu sang khatib mengimbau jemaah memperbanyak amal kebajikan jelang Ramadan.

Kata khatib, “Nikmat sehat itu baru terasa ketika dalam keadaan sakit. Orang yang sudah mati minta kepada Allah SWT untuk dikembalikan ke dunia agar bisa bersedekah. Mengapa? Karena setelah mati itu baru datang penyesalan betapa sia-sianya hidup di dunia tanpa memperbanyak amal salih.”

Ya, juga. Disaat demam influenza (flu) dengan ingus yang ngucur terus menerus, saya merasa, betul belaka betapa nikmat sehat. Maka, syukur saya tak terhingga ketika demam usai kendati ingus yang baru akan mengental hingga pagi ini masih ada sisa-sisa yang minta dikeluarkan.

Tak terasa, kurang dari 20 hari lagi, akan sampai kita pada bulan Ramadan (yang dikatakan Nabi Muhammad SAW sebagai “bulannya umatku”). Dianjurkan agar mewiridkan doa “Allahumma bariklana Rajaba wa Sya’bana wa balighna Ramadan” (اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ).

Adalah doa yang dibaca saat memasuki bulan Rajab untuk memohon keberkahan selama bulan Rajab dan Sya’ban, serta agar disampaikan umur pada bulan Ramadan. Arti doa di atas: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (usia) kami ke bulan Ramadan.”

Alhamdulillah, ya, Allah, Engkau sehatkan kami menuju pada bulan Ramadan. Semoga kami dapat menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadan, sebagaimana yang telah Engkau wajibkan kepada orang-orang sebelum kami agar kami bertakwa (la’allakum tattaquun) seperti halnya mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...