Langsung ke konten utama

Postingan

Kembali

Siap-siap terbang kembali ke Tanah Air. Departure International Gate King Abdul Azis Airport, Jeddah, Rabu subuh, 16/10/2024. Kembali, memiliki makna pulang. Pulang ke asal bagi yang pergi. Asal muasal diri, yaitu orang tua atau kampung halaman. Atau bisa juga pulang ke Haribaan Sang Khalik. Setelah tadi subuh merekam video azan subuh terakhir di masjid alharam, selanjutnya bakda syuruk sekira pelataran ka'bah agak berkurang kepadatan orang bertawaf, tawaf wada akan dilaksanakan. Namun, siapa yang akan melakukan secara mandiri boleh-boleh saja, tanpa harus bersama berjemaah dituntun mutowif. Toh, caranya pun seperti tawaf biasanya, hanya bacaan doanya yang berbeda. Tawaf wada disunnahkan sebagai penanda perpisahan. Semacam sayonara, begitu menurut bahasa yang mudah dimengerti. Setelah melaksanakan tawaf wada, orang yang berumrah, setelah keluar masjid alharam, tidak boleh masuk lagi. Bila kembali masuk masjid, maka tawaf wadanya batal dan mesti tawaf ulang. Setelah tawaf wada lalu ...

Perjalanan Terjauh

Siap-siap menerobos garbarata memasuki pintu pesawat Citilink QG 995 dari Radin Inten II menuju Soekarno--Hatta, Senin, 7/10/2024 pukul 11:20 WIB. Bermula ajakan umrah bersama. Ya, siapa tidak kepengin umrah, menyampaikan salam dan bersalawat kepada Rasululllah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, 'Kekasih Allah', junjungan umatnya, dan suri tauladan yang dirindukan syafaatnya di pengadilan akhirat kelak. Maka, mempersiapkan diri adalah pengungkit utama. Mempersiapkan jiwa dan raga setelah niat diikrarkan. Kekuatan mental melebihi kekuatan fisik. Meski usia merambat menua, namun fisik masih bisa mengorkestrasi syarat rukun umrah yang mesti dirituali. Diam-diam. Gak ada tetangga yang tahu sejak nama didaftarkan pada biro perjalanan umrah atas rekomendasi saudara. Travel umrah ini merupakan member sebuah konsorsium penyelenggara ibadah haji dan umrah di Jakarta yang memiliki akses (nyaris memonopoli) urusan transportasi dan visa. Setelah nama terdaftar, maka perjalanan terjauh pun s...

Kembali, ke RSUD AM

RSUD Abdul Moeloek, Provinsi Lampung Wow, #Cerita-Pendek-500-Kata yang serial (1) sudah diposting di blog ini, hingga malam ini sudah sampai serial ke-10. Diendapkan di bagasi laptop hingga kelak bila sudah selesai hingga serial ke-entah berapa, penginnya, sih, dijadikan buku, kumcer atau novel. Jalan ceritanya maju-mundur ke masa kini dan lampau. Pada serial (1) itu kan masa kini, bagaimana benang merahnya mengemuka bila tidak dimunculkan masa lampaunya. Tokohnya pun dikembangkan memunculkan banyak nama yang bersinggungan. Jelang senja tadi, berdua istri ke RS Abdul Moeloek membesuk kerabat yang menderita diare. Imunitas beliau mulai tidak kuat sejak menjalani 6 kali kemo. Diare tidak bisa dianggap enteng. Dahulu, saya pernah dirawat di RS Al-Qodar, Islamic Village, Karawaci. Diare akut disertai muntah sering disebut muntaber. Bila terlambat ditangani medis akan berbahaya. Bila sampai dehidrasi akut, bisa mengancam nyawa. Segera membawa penderita ke RS dan mendapat penanganan in...

Damkar Meraung

Ini kali kedua peristiwa kebakaran di Perum BKP. Pertama bekas kandang ternak ayam petelur, di perkebunan warga tidak jauh dari rumah. Kedua, rumah kosong di Blok V, tetangga blok sebelah. Meski rumah yang terbakar ludes jadi arang, tetangga kiri-kanan dan belakang aman. Pantas. Pikirku kok ada raung Damkar masuk komplek perumahan, sekadar lewat menuju ke mana atau memang ada kebakaran di BKP. Berarti Damkar cepat datang sejak dihubungi dan tangkas menguasai api, melokalisasi hanya menghanguskan satu rumah, tidak tetangganya.

Menanti JSAT 2024

Seperti yang sudah saya singgung pada tulisan berjudul “Syarat Tanpa Tapi” bahwa mengikuti sayembara menulis puisi dengan tema yang ditentukan, bukanlah hal yang mudah, bukan juga hal yang mustahil tidak bisa. Perlahan dilakukan pasti bisa diselesaikan. Mengikuti even JSAT 2024, yang tema puisi “Ijen Purba: Tanah, Air, Batu", para peserta boleh mengirim 3 judul puisi. Malam ini pukul 23:59 adalah deadline pengiriman. Saya sudah mengirim pada 23 Juli lalu, sebanyak 3 judul puisi, panjang-panjang. Entah mengapa, saya sejak kenal puisi dan mencoba menuliskannya, selalu panjang-panjang. Cara penulisan juga bergaya seperti bercerita, ada keterkaitan antara larik satu dengan lainnya. Bukan mencampurbaurkan berbagai diksi dalam satu kalimat sungsang. Satu bulan (hingga 30 Agustus) ini masa kurasi oleh tiga kurator, yaitu Wayan Jengki Sunarta, Mutia Sukma, dan Mahwi Air Tawar. Waktu even Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023, 18—22 Oktober 2023 silam, saya bertemu Wayan J...

Kesasar Menemukan

Ilustrasi, image source: AQskill Cerita pendek sepanjang 500 kata untuk serial “Dari Pogung ke Pugung” dengan tokoh Nurhidayah dan Fauzi, saya tulis 8 seri. Bila dieksplor lagi dengan pengembangan cerita sepertinya bisa jadi kumpulan cerita pendek hingga belasan atau puluhan seri. Hal itu saya sadari setelah kembali menulis cerita pendek 500 kata dengan tokoh Shilla dan Panji. Serial pertama berjudul “Dari Halte ke Hati” telah dimuat di blog ini tanggal 25/7/2024 pukul 10:10 PM. Sampai tadi sore sudah sampai seri ke-6 yang selesai. Seri ke-7 bakda Asar tadi penulisannya terhalang waktu magrib. Cerita dengan setting anak kos, kisah asmara akan jadi bumbu penyedapnya. Asmara yang tidak mulus, putus nyambung, ghosting, dan putus beneran, niscaya akan seru bila ada juga déjà vu. Jika iya bisa saya tulis hingga belasan atau puluhan seri, maka bisa jadi satu buku, apa pun namanya, apa kumpulan cerita pendek, novelet atau novel. Di tangan penyunting atau editor hal itu tahu jawabnya. Ya...

Kerja Ekstra Panitia

Baru saja pukul 22:17 tadi Pak RT sebagai ketua panitia hajatan tetangga mengetuk mikropon tanda kepanitiaan dibubarkan. Sejatinya pembubaran panitia biasa dilakukan pukul 17 sore seiring berhentinya Orgen Tunggal berjedur-jedur. Tapi, di hajatan kali ini, acara orgenan ‘mesti’ diperpanjang. Masih banyak tamu yang baru datang, barangkali banyak kesibukan di siang sehingga baru punya waktu untuk datang pada malam hari. Ya, jadinya, ada kerja ekstra buat seluruh panitia. Tidak apa-apa. Orgen Tunggal yang semula putus kontrak kerja pukul 5 sore, dibuat ‘perpanjangan waktu’ 3x60 menit dari pukul 8 malam atau bakda Isya. Ya, cukup sampai pukul 11 malam agar tidak mengganggu tetangga yang tadi jadi panitia dan pengin segera beristirahat. Jadi panitia seharian tentu lumayan melelahkan. Maka, sebaiknya badan cepat diistirahatkan. Tapi, karena itu tadi, masih banyak tamu berdatangan malam hari, mau tidak-mau panitia kembali kerja dan nonton biduan yang menghibur. Akhirnya, yang kerja ek...