Langsung ke konten utama

WhatsApp Web

Saya agak keteteran buat membaca apalagi membalas chat di WhatsApp. Pasalnya, ponsel error dan belum sempat saya antar kembali ke service center yang khusus membawahi brand name ponsel saya. Jadi, saya mesti buka laptop untuk membaca dan membalas chat-chat melalui WhatsApp web.

Contoh simpel, pesan pemberitahuan kurir yang mengantar paket buku “Kepak Sayap Bunda, Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah” yang diantarnya siang tadi dan meninggalkan pesan berikut foto buku yang diselipkannya di bawah blower Ac di dekat pintu rumah. Tak buka WA web, tak tahu saya.

Biasanya diataruhnya di atas meja tamu di teras. Entah mengapa kok yang sekali ini tadi tuh mesti diselipkannya di bawah Ac. Setelah membuka laptop dan membaca pesan itu, saya langsung membuka pintu dan mengambil itu paket buku, kemudian langsung mengetikkan balasan atas pesannya kendati agak telat.

Seperti sudah saya tulis di blog ini, ada 37 grup WhatsApp yang meringkus nama saya menjadi anggota. Grup-grup yang menyelenggarakan menulis puisi berbasis kurasi untuk tematik tertentu pada kejadian atau even tertentu, seperti bencana ekologis sumatra. Bila puisi saya lolos kurasi, maka tergabung di antologi.

Setidaknya, dua buku saya tunggu pecan ini. Satu, “Kepak Sayap Bunda, Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah” yang diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember. Dua, buku antologi puisi berjudul “Tanda Cinta Bagi Korban Bencana Sumatra.”

“Kepak Sayap Bunda, Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah” telah tiba siang tadi. Tinggal yang antologi puisi peduli Sumatra. Mungkin sedang dalam perjalanan, besok atau lusa niscaya akan tiba juga. Buku antologi yang lain, masih ditunggu bagaimana progresnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...