Berangkat dari Jogja pukul 11:44 tiba di Pacitan pukul 15:45, berarti 4 jam dibutuhkan muter-muter untuk bisa keluar dari Jogja termasuk berhenti menunggu penumpang di titik jemput. Ada dua kali berhenti setelah saya naik, yaitu di depan hotel Arte jalan sarkem atau samping stasiun dan satu lagi tidak paham saya, tidak begitu memperhatikan karena mata digoda kantuk.
Satu penumpang di daerah Semanu, Wonosari, terpaksa ditinggal karena tidak mengangkat panggilan telepon dari sopir. Setelah travel jalan lumayan jauh eh... dia menelepon. Tentu, tidak mungkin kan sopir putar balik demi menjemput dia. Sopir tidak asal main tinggal begitu saja. Sopir berkoordinasi dengan admin di kantor. Kalau kata admin tinggalkan, ya baru ditinggal.
Aslinya Jogja--Pacitan atau sebaliknya, bisa ditempuh hanya dalam waktu 3 jam. Tapi, itu kalau mobil pribadi. Untuk travel tentu berbeda, ada kekecualian. Dibutuhkan waktu satu jam terbuang untuk muter-muter menjemput atau mengantar penumpang. Itu untuk dalam kota. Jemput antar hingga ke luar kota, misalnya Sleman, waktu yang terbuang lebih banyak.
"Waktu adalah uang," kata peribahasa. Artinya, bila waktu dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin, tak ada kerugian yang bakal dialami. Bila boros dalam menggunakan waktu, niscaya akan terjadi penyimpangan yang berarti juga merugikan. Itulah sebabnya orang memilih cara untuk menghemat waktu, misalnya menggunakan moda transportasi pesawat atau kereta.
Komentar
Posting Komentar