Langsung ke konten utama

Merayakan Sputnik 1

Tampilan Doodle Google hari ini lain dari biasanya yang memajang nama Google secara mencolok. Hari ini tulisan Google tampak kecil di bidang yang menyerupai kanvas lukisan abstrak dengan ada titik- titik cahaya dibiaskan planet. Planet yang besar (mungkin Bulan) cahayanya lebih tajam dan planet kecil-kecil bertaburan seperti bintang.

Setelah saya klik pada bidang tulisan Google di layar gawai, gambar doodle jadi tambah besar dan lebih menyerupai lukisan lanskap alam, di bawahnya muncul keterangan yang menjelaskan bahwa itu adalah penanda Pekan Antariksa Dunia (PAD) 2026 atau dalam bahasa Inggris World Space Week (WSW). Hemmm… ada, ya, perayaan ini.

Doodle Google Pekan Antariksa Dunia 

Berlangsung pada tanggal 4 hingga 10 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Revolusi Roket (Rocket Revolution)”. Fokus tema yang diusung adalah tranformasi cepat dalam peluncuran antariksa, mulai dari pengembangan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) hingga pesatnya penerbangan antariksa komersial.

Pada dasarnya PAD atau WSW ini dirayakan tiap tahun untuk memperingati dua tonggak sejarah dalam eksplorasi antariksa. Asal usulnya, tanggal 4 Oktober memperingati peluncuran Sputnik 1 pada 1957, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Tanggal 10 Oktober menandai berlakunya Perjanjian Luar Angkasa 1967 yang menjadi landasan hukum internasional untuk pemanfaatan luar angkasa secara damai.

Dalam merayakan Pekan Antariksa Dunia, PBB bersama dengan World Space Week Association menetapkan tema khusus sebagai panduan bagi ribuan kegiatan edukasi dan sains di seluruh dunia. Selama sepekan diselenggarakan, berbagai lembaga antariksa, museum, sekolah, komunitas astronomi, dan perusahaan kedirgantaraan menggelar beragam program interaktif, pameran serta workshop edukatif.

Kendati dirayakan tiap tahun, tapi baru tahun ini saya disadarkan kalau ada hal ini. Menarik juga perayaan Pekan Antariksa Dunia ini, apalagi satelit yang mengorbit Bumi dan mengapung di antariksa banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia, selain untuk teknologi informasi dan komunikasi, juga untuk sains dan pendidikan serta kemanfaatan lainnya.

sumber: Media Indonesia 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...