Setelah reunian terakhir pada 8 Juli 3026 di Jl.
Purnawirawan Gang Swadaya VI, baru siang ini kembali diadakan, bertempat di perumahan Karunia
Indah Blok B, Jl. Tirtayasa masuk gerbang Cendana Indah. Beginilah cara pensiunan guru SMPN 28 menjalin
silaturahmi. Ketemuan, kangen-kangenan, ngerumpi, makan
siang, lalu mengundi nomor giliran siapa yang akan ketempatan pada dua bulan
berikutnya.
Ketemu ulang 2 bulan sekali. Sebagai bapak-bapak pengantar atau pengiring,
saya dan Mas Tanto ikutan mengan dawah alias nutuk bangik
dan menyelaraskan dengan obrolan buk-ibuk yang reuni beserta beberapa
bapak pensiunan. Secara cacah jiwa, jumlah yang tergabung dalam grup WhatsApp
pensiunan ada 14 orang dengan porsi 9 orang perempuan dan 5 laki-laki.
![]() |
| say dan Mas Tanto (kiri) ikut mejeng juga |
Istri saya karena sewaktu masih aktif mengajar
ditunjuk sebagai bendahara koperasi sekolah, setelah pensiun diberi kepercayaan
sebagai bendahara keuangan pensiunan ini. Ada iuran dana sosial untuk tali asih
diberikan kepada anggota grup yang sakit. Sudah ada beberapa yang sakit
ditengok bareng-bareng dan diberi tali asih tersebut. Tidak besar sih. Cukuplah.
![]() |
| Duh, lagi menikmati empek-empek kok difoto |
Yang namanya tali asih, tidak dinilai dari besar
kecilnya, tapi dari maknanya. Sebagai simbol simpati dan empati terhadap kolega
yang sakit. Menjenguk atau menengok ke rumah sakit atau rumah, adalah bentuk
perhatian yang bermakna spiritualitas, menghibur, memotivasi, memberi dukungan agar
semangat menuju kesembuhan lahir dan batin, jasmani dan rohani.


Komentar
Posting Komentar