Rangkaian acara ulang tahun ke-33 Dari Negeri Poci (DNP) dan peluncuran buku MOZAIK telah dimulai tadi malam di Plataran Sastra Piek Tegal di Jl. Ciremai 4 atau yang dahulunya dikenal juga sebagai Gang Marpangat 4. Pembacaan esai Piek Ardijanto Suprijadi oleh Ida Fitri Yuzmanah dan Surat Sastra Piek Ardijanto Suprijadi untuk STA (Sutan Takdir Alisjahbana) oleh Faizal Umar dan puisi oleh Linda Jalil, Julia Utami, Lily Multatuliana, dan penyair lainnya.
Pagi ini bertempat di Ruang Paripurna Gedung DPRD kota Tegal, peluncuran dan diskusi antologi puisi MOZAIK (Dari Negeri Poci 16) dengan narapramana (narasumber) pertama Suriali Andi Kustomo (Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal). Dan, setelah rehat isoma dilanjutkan dengan tampilnya narapramana kedua, yaitu dr. Handrawan Nadesul (salah satu pendiri DNP) akan membincangkan persoalan kesehatan dengan topik "Sehat Seniman Mozaik."
![]() |
| Moderator Nindra dan narasumber Suriali |
Dewan Kesenian Kota Tegal mengapungkan dua tagline, "Tanpa Seni dan Budaya, Kota ini Bakal (Makin) Gila" dan "Tegal Kota Pecinta Sastra" pada dua stand banner. Dua kalimat indah itu semakin menguatkan peran DKKT sebagai salah satu poros sastra dan kebudayaan selain Kabupaten Tegal dan Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. DNP sendiri sudah memiliki modal sosial dengan usianya yang menyentuh angka 33.
Dari tadi malam hingga digelarnya diskusi pagi jelang siang ini, mengemuka pertanyaan; hendak dibawa ke mana DNP ke depannya? Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Handrawan Nadesul, bahwa tidak akan dibawa ke mana-mana. Dalam arti hanya akan terus mengakomodasi karya penyair, baik yang sudah maupun yang belum tergabung dalam DNP. Dan, kendati sudah bernaung di bawah yayasan, terus akan bertungkus lumus sebagai badan nirlaba.

Komentar
Posting Komentar