Langsung ke konten utama

Orang-Orang Normal

Lebih dari 7.000 penulis dan pekerja buku dari seluruh dunia bergabung dalam aksi menolak kolaborasi dengan lembaga penerbitan dan institusi budaya Israel. Siapa saja penulis-penulis dunia yang memboikot Israel? Seperti judul novelnya “Normal People” (Orang-Orang Normal), Sally Rooney, seorang novelis Irlandia bersama tujuh penulis lainnya sepakat menyatakan pro terhadap Palestine dan boikot Israel.

Dari 7.000 penulis dan pekerja buku tersebut, berikut 8 di antaranya, Sally Rooney, Alice Walker penulis “The Color Purple”, Kamila Samsie, Naomi Klein penulis “The Shock Doctrine”, Arundhati Roy penulis “The God of Small Thinks”, Ta-Nehisi Coates penulis “The Message”, Annie Ernaux peraih Nobel Sastra asal Prancis, dan Rupi Kaur. Ya, mereka semua “normal people” alias manusia-manusia normal karena menolak buku mereka diterbitkan dalam bahasa Ibrani oleh penerbit Israel.

Hasi tangkapan video detikpop

Di samping penulis-penulis dan pekerja buku di atas, lebih dari 1.800 aktor dan produser termasuk beberapa bintang Hollywood menandatangani janji untuk tidak bekerja sama dengan lembaga film Israel. Mereka menilai institusi itu terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap warga Palestina.

Isi perjanjian terinspirasi oleh para pembuat film “United Against Apartheid” yang menolak menayangkan film mereka di Afrika Selatan yang masih menerapkan apartheid, kami berjanji untuk tidak menayangkan film, tampil di film, atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga film Israel – termasuk festival, bioskop, lembaga penyiaran, dan perusahaan produksi – yang terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

Hasil tangkapan video detikpop 

Para penandatangannya termasuk aktor Olivia Colman, Emma Stone, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, Riz Ahmed, Javier Bardem, dan Cynthia Nixon antara lain. Minggu lalu, The Voice of Hind Rajab sebuah film tentang seorang gadis Palestine berusia lima tahun yang dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza tahun lalu mendapat tepuk tangan meriah di Festival Film Venesia. Brad Pitt dan Joacuin Phoenix termasuk di antara produser eksekutif film tersebut.


sumber: detikpop (detik.com)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...