Setelah
merampungkan membaca buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik),
ada yang mengejutkan. Selain saya, ternyata ada dua orang penulis puisi lainnya dari
Lampung, yaitu Hendra Pratama dan Nina Hijaz. Yang pertama seorang pelajar
sedangkan yang kedua ahli madya komputer jebolan akademi manajemen informatika dan komputer (AMIK)
yang menekuni usaha mandiri atau wiraswasta.
Selain
ada yang mengejutkan, juga ada yang unik di buku Rohmantik ini. Beberapa penulis seperti “janjian”
menerakan titi mangsa (tanggal penulisan) yang sama. Yang menulis titi mangsa 16/1/26 ada 2 orang,
titi mangsa 22/1/26 ada 2 orang, titi mangsa 25/3/28/6 ada 2 orang, titi mangsa
26/3/26 ada 3 orang, titi mangsa 2/5/26 ada 2 orang, dan titi mangsa 22/5/26
ada 2 orang. Selebihnya titi mangsa yang bervariasi.
Itu
ulasan saya tentang buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik) ini.
Hal lain yang mengisi kegiatan hari ini adalah menengok kolega istri (sesama
pensiunan) yang baru saja menjadi tindakan operasi katarak dua pekan lalu. Dari
sekian anggota WhatsApp pensiunan, cuma empat Ibu-ibu yang bisa menengok, selebihnya
pada berhalangan karena ada urusan lain yang tidak bisa ditinggal. Ada yang lagi ke luar kota.
Dari
empat Ibu-ibu itu, dua didampingi suami, yaitu saya dan Mas Tanto, suami Ibu
Wiwiek. Rumah kolega istri yang habis operasi katarak itu di BKP Blok O atau di
atas kami, Blok P. Cukup jalan kaki dari rumah. Sampai di sana ngobrol cerita perihal katarak
karena satu dari empat Ibu-ibu yang nengok juga sudah pernah operasi katarak.
Jadi sudah paham bagaimana rasanya operasi katarak dan perawatan pasca-operasi.
Karena
hari Jumat serba tanggung, saya pikir sekalian saya dan Mas Tanto salat jumatan
di masjid Al-Barokah Blok O, rupanya pukul 11: 24 pada berpamitan. Ya, udah
pulang. Saya tancap gas meluncur ke masjid Al-Anshor untuk salat jumatan
sedangkan istri ngobrol dengan bestinya, Bu Inchi sambil menunggu kedatangan
ojol untuk mengantarnya pulang ke Wayhalim bakda Zuhur.
Untuk kesekian kalinya saya 'safari jumat' di Al-Anshor. Niat hendak
‘safari jumat’ ke luar komplek sementara batal. Tidak jelas juga hendak ke mana
saya ‘safari jumat’ hari ini tadi. Ada gejala radang tenggorokan karena makan
sambal seruit Bu Isah kemarin siang. Satu butir obat demam saya telan setelah
makan. Pulang jumatan baru ngopi yang biasanya pagi hari.
Komentar
Posting Komentar