Langsung ke konten utama

Sahabat Masyarakat

Hari ini ‘safari jumat’ saya di masjid jami’ Darul Akhiroh Jalan Sultan Haji No.40, Kota Sepang, Labuhan Ratu. Sewaktu hendak memarkirkan motor, ada beberapa orang anggota kepolisian berikut kendaraan roda dua dan empat parkir. Saya pikir biasa untuk salat jumatan. Tapi, ada banner “Jumat Berbagi” Polsek Labuhan Ratu di dekat pintu masuk masjid. Rupanya akan ada sosialisasi imbauan Bapak Kapolri, bakda jumatan oleh Bapak Kapolsek Labuhan Ratu.

Dahulu, pada era Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, tagline atau slogan resmi yang dilekatkan pada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (polri) adalah presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan). Kapolri yang baru, Jendral Suyudi Ario Seto mengganti dengan “polisi sahabat masyarakat.”

Masyarakat yang mana? Embuh.

Bapak Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono menyampaikan imbauan Bapak Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto agar menjaga keamanan 

Tadi bakda jumatan, saya berdiam diri sejenak untuk menyimak apa saja yang dipaparkan bapak Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono. Inti dari tagline atau slogan “polisi sahabat masyarakat” adalah, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat polisi sebagai babinkamtibmas, melainkan tugas masyarakat juga. Maka, sebaiknya dilakukan bersama dan bersinergi.

Dikemukakan Bapak Kapolsek, di wilayah hukum atau tempat tugasnya, kecamatan Labuhan Ratu, tindak kejahatan yang paling menonjol kerap terjadi adalah curanmor. Karena itu, Bapak Ono Karyono mengimbau agar Pak RT (pamong) yang lebih dekat ke masyarakat memberi tahu kepada pemilik rumah indekos agar penghuni memperhatikan keamanan kendaraannya.

Bapak-bapak polisi bagikan “Jumat Berbagi” Polsek Labuhan Ratu kepada jemaah jumatan.

Di samping mengamankan kendaraan masing-masing dengan kunci ganda, diawasi juga jika ada indikasi penyalahgunaan narkotika dan psikotropika atau zat adiktif lainnya di lingkungan tempat tinggal, terutama dan paling utama rumah-rumah indekos. “Jika ada hal mencurigakan, untuk pengamanan atau penindakan, bisa berkoordinasi dengan petugas jaga di Polsek.”

Bukan cuma buat sosialisasi imbauan Bapak Kapolri semata, Bapak Kapolsek Labuhan Ratu dan jajarannya di Polsek Labuhan Ratu juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengadakan “Jumat Berbagi” dengan membagi-bagikan roti dan air minum mineral dalam kemasan gelas, sebagai bentuk jalinan persahabatan.

Masjid Jami’ Darul Akhiroh 

.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...