Langsung ke konten utama

“Sebagai Ladang Amal”

Kendati blog Paman Tyo dengan alamat tautan “blogombal.com” nangkring di layar gawai saya, namun tidak setiap hari saya klik untuk membaca postingannya. Kemarin pagi saya klik, terbaca Rudiyanto, bloger pemilik ndobos.com, berpulang ke Rahmatullah di Bogor. Saya hanya membaca sekilas berita lelayu tersebut. Tautan blog Rudiyanto juga tertancap di layar gawai saya.

Tiap kali saya klik ndobos.com, tak ada postingan baru, saya pikir ini bloger kurang rajin ngepos tulisan terbaru. Dari postingan Paman Tyo di blogombal.com (8/10/2026) tentang berita lelayu, itu baru saya ngeh, rupanya bloger Rudiyanto memang sudah lama mengidap kanker multiple myeloma dan kemoterapi dua kali sebulan. Sampai akhirnya berpulang ke Haribaan-Nya (7/10/2026).

Blog ndobos.com ini hampir selalu menulis tentang unggas khususnya burung karena latar belakang Rudiyanto yang seorang biolog. Macam-macam spesies burung berikut nama latinnya ia selalu tulis lengkap dengan kaidah penulisan yang benar, menggunakan huruf kapital di awal nama burung, baik nama menurut spesiesnya maupun nama dalam bahasa latinnya.

Postingan terakhirnya tanggal 22 September 2026 mengenai daftar praktik dokter. Tentu ini ada kaitannya dengan pengobatan yang ia jalani. Sebelumnya tanggal 11 Maret 2026 tentang seekor burung Biru-laut ekor-blorok (Limosa lapponica) muda yang diberi penjejak satelit, terbang dari Alaska menuju Tasmania di Australia selama 11 hari menempuh jarak lebih dari 13.600 km dalam perjalanan migrasinya.

Perjalanan migrasi burung Biru-laut ekor-blorok tersebut di atas, adalah untuk menghindari musim dingin di Alaska. Perjalanan sejauh jarak tempuh dan waktu yang sama akan dijalani burung itu saat terbang lagi dari Tasmania di Australia kembali ke Alaska saat musim dingin usai dan masuk musim panas, untuk kemudian mereka memasuki masa bertelur dan berkembang biak.

Uniknya, selama 11 hari terbang menempuh jarak 13.600 km itu, burung Biru-laut ekor-blorok tersebut, sama sekali tidak singgah atau berhenti untuk istirahat dan makan minum. Saking mengancamnya musim dingin, burung rela berkorban menahan lapar dan dahaga demi menghindarinya. Selama di tempat mencari “suaka” itu burung mencari makan sepuasnya sebelum terbang kembali ke tempat asalnya.

Selamat jalan bloger Rudiyanto, damai di Sisi Allah SWT, bebas dari “ujian” sakit yang kau derita selama ini. Kendati kau telah tiada, tautan blogmu akan senantiasa ada di layar gawai saya. Dengan senang hati akan saya ziarahi tulisan yang pernah kau posting. Sebagai pengisi nutrisi dan penambah “energi” kesenangan saya membaca. Semoga apa yang pernah kau tulis dan posting ini blog jadi ladang amal sebagai “ilmu yang bermanfaat.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...