Tadi pagi saya kembali jogging setelah
lama vakum. Keliling perumahan hanya sandalan saja. Biasanya komplit dengan
sepatu kets, bertopi. Celana tetap training, tapi kaos polo, yang bukan buat olaraga karena tadinya gak begitu niat.
Belum sampai rumah, digiring hujan gerimis tipis-tipis. Tapi, ada hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri, hujan disertai panas. Hujan panas, begitu disebutnya. Mengapa bulu kuduk saya berdiri? Ingat mitos-mitos pada masa kecil dahulu, itu katanya “hujan orang mati.”
![]() |
| Ilustrasi | gambar: Rumah Makan Duta Minang |
Memang, sayup-sayup terdengar suara
kabar lelayu dikumandangkan dari TOA masjid di daerah sekolah PERSADA. Jadi,
ceritanya, di masa kecil di kampung dahulu, bila hujan panas, itu pertanda
“hujannya orang mati.” Nah, cemana tak bergidik ketemu hujan panas.
Ada kiatnya, akan tetapi, diajarkan
orang tua. Supaya terhindar dari bala atau hal-hal yang kurang sedap bila
terkena hujan panas. Kiat itu saya praktikkan. Sampai rumah saya langsung mandi
keramas. Lalu, ngopi dan ngemil gorengan yang saya cangking dari warung.
Sudah tiga pagi ini saya kembali ke
habitat, ngopi pagi ngemil gorengan. Saya menikmati fase ketiga masa pemulihan
pasca-tipes. Fase pertama, total makan bubur. Fase kedua,
nasi lembek/lunak. Fase ketiga, kembali ke habitat, nasi seperti
biasanya sehari-hari.
Tadi malam saya coba makan nasi goreng,
tidak pedas. Pagi tadi sarapan soto SSB hingga bermandi keringat. Makan malam
ini tadi pakai ikan Nila bakar dari dapur Seruit Sambal Buk Isah. Saya embat semua
lalapan yang sempat saya jaga jarak aman dengan mereka.
Saya icip-icip tempoyak campur sambal
tipis-tipis. Belum berani banyak-banyak. Sakit tipes memang harus pantang yang
enak-enak. Sayur"an dan buah"an (sumber serat) tidak boleh. Daging
(sumber protein) jangan dulu. Telur rebus dan ikan pepes yang boleh.
Mitos-mitos seputar kehidupan saat
sehat maupun sakit niscaya mengganggu alam bawah sadar. Tapi, justru di situlah
kesadaran semakin menghadirkan pencerahan, bahwa betapa berharganya sehat.
Betapa tidak enaknya sakit dengan berbagai konsekuensinya.

Komentar
Posting Komentar